Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

50 Tenda Darurat Siap D distribusikan ke Sekolah Terdampak Gempa Flores

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah siapkan 50 tenda ruang kelas darurat untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan pasca-gempa di tujuh kabupaten Flores.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 07.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
50 Tenda Darurat Siap D distribusikan ke Sekolah Terdampak Gempa Flores
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyiapkan 50 unit tenda ruang kelas darurat sebagai respons cepat terhadap dampak gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores pada 15 Agustus lalu. Langkah ini diambil untuk menjamin kelangsungan proses pembelajaran di sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan fisik, terutama di daerah dengan akses terbatas dan infrastruktur yang terganggu. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik menjadi prioritas utama dalam penanganan pasca-bencana.

Berdasarkan data terkini hingga 16 Agustus, sebanyak 253 satuan pendidikan di tujuh kabupaten—Ngada, Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Sikka—terdampak gempa. Dari jumlah tersebut, 199 unit berada di bawah kewenangan kabupaten, mencakup PAUD, TK, SD, SMP, dan SKB, sementara 54 lainnya merupakan sekolah menengah atas, kejuruan, dan SLB yang berada di bawah kewenangan provinsi. Kerusakan paling parah terjadi di Kabupaten Manggarai Timur, dengan 104 satuan pendidikan terdampak, termasuk 33 SD dan 18 SMP/MTs yang mengalami kerusakan struktural.

Selain kerusakan bangunan, bencana ini turut menelan korban jiwa dari kalangan pendidikan, yakni dua siswa dan satu guru meninggal dunia. Sebagai respons, Kemendikdasmen menginstruksikan sekolah yang terdampak untuk menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar di ruang yang tidak aman. Pembelajaran dapat dilanjutkan di tempat yang lebih aman, menggunakan tenda darurat, atau diliburkan sesuai kondisi lapangan masing-masing daerah.

Untuk mendukung pemulihan, pemerintah juga menyiapkan layanan dukungan psikososial bekerja sama dengan HIMPSI, yang akan segera beroperasi setelah tim pendahuluan melakukan verifikasi kondisi lapangan. Selain itu, upaya pembersihan sekolah yang masih layak digunakan akan didorong, serta koordinasi terhadap penggunaan anggaran belanja tambahan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana belajar.

Sebagai bentuk pendukung teknis, Kemendikdasmen juga menyiapkan akses konektivitas melalui perangkat Starlink untuk wilayah yang mengalami gangguan listrik dan jaringan komunikasi. Tim lintas direktorat telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan asesmen kerusakan, verifikasi data, serta koordinasi pemulihan layanan pendidikan secara menyeluruh, memastikan kegiatan belajar dapat kembali berjalan dalam kondisi yang aman dan nyaman.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya