Abu Vulkanik Anak Krakatau Guyur Bandar Lampung
Warga Bandar Lampung dan Natar merasakan hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, dengan debu terbawa angin dari jarak 80 kilometer.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 22.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Sejak malam Sabtu (5/9), warga Kota Bandar Lampung melaporkan adanya hujan abu vulkanik yang mengguyur permukaan rumah dan area terbuka. Debu halus tersebut berasal dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, yang terbawa angin ke arah barat dengan jarak sekitar 80 kilometer dari lokasi erupsi.
Kondisi ini menyebabkan permukaan rumah, kendaraan, dan perabotan menjadi kotor. Banyak warga mengeluhkan iritasi pada mata, tenggorokan, dan kulit wajah akibat paparan debu halus tersebut. Beberapa keluarga mengaku harus membersihkan atap dan halaman secara rutin karena abu terus menumpuk.
Laporan juga menyebutkan bahwa Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, turut terdampak. Wilayah ini berada dalam lintasan angin yang membawa material vulkanik dari arah Selat Sunda. Masyarakat setempat melaporkan keberadaan debu yang menempel pada tanaman, atap, dan fasilitas umum.
Pemerintah daerah setempat telah mengimbau masyarakat untuk memakai masker dan menutup jendela saat berada di luar ruangan. Upaya pembersihan dilakukan secara gotong royong, sambil menunggu arahan lebih lanjut dari lembaga kebencanaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


