Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mencapai Tangerang, Warga Diminta Waspada

Warga Tangerang mulai melaporkan abu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau, memicu imbauan BPBD Banten untuk perlindungan diri guna hindari dampak kesehatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 11.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mencapai Tangerang, Warga Diminta Waspada
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sejak malam Jumat (4/9), aktivitas vulkanik Gunung Api Anak Krakatau terus berlanjut, menimbulkan sebaran abu vulkanik yang menyebar hingga ke wilayah Tangerang. Pantauan awal menunjukkan abu halus menutupi permukaan balkon dan area terbuka di sejumlah rumah, mengindikasikan penyebaran material dari erupsi yang berlangsung secara terus-menerus. Meski belum terlihat tebal, kandungan partikel halus dalam abu tetap berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten merespons dengan mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Dalam rilisnya, BPBD menegaskan bahwa paparan abu vulkanik bukan hanya sekadar gangguan visual, melainkan ancaman nyata terhadap sistem pernapasan, mata, dan kulit. Partikel halus dapat menimbulkan batuk, sesak napas, iritasi mata, serta kulit kering dan gatal jika terpapar langsung.

Selain risiko kesehatan, abu vulkanik juga berpotensi merusak fasilitas umum dan peralatan elektronik. Material ini dapat mencemari sumber air, membuat air menjadi keruh dan tidak layak minum. Selain itu, debu yang menumpuk di atap rumah dan mesin kendaraan dapat mengganggu fungsi operasional. BPBD menekankan bahwa bahaya tidak tergantung pada ketebalan abu, tetapi pada kandungan kimianya yang tetap berpotensi merusak.

Untuk meminimalisir risiko, masyarakat diminta mengambil langkah pencegahan seperti memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan, menggunakan kacamata pelindung, serta tetap berada di dalam rumah dengan jendela dan pintu tertutup rapat. Setelah kembali ke dalam, segera bersihkan tubuh dan pakaian, mandi, dan ganti pakaian. Menghindari berkendara juga disarankan untuk mengurangi risiko gangguan pandangan dan kerusakan mesin. Informasi terkini tetap harus dipantau melalui saluran resmi BPBD dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya