Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Rute Penerbangan dan Kesehatan Masyarakat
Badan Geologi memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memantau sebaran abu vulkanik Anak Krakatau yang menyebar hingga ketinggian 50.000 kaki dan mengancam keselamatan penerbangan serta kesehatan warga di sekitar wilayah rawan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 19.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Badan Geologi Kementerian ESDM memperketat sinergi antarinstansi guna menangani dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau, khususnya terhadap keselamatan penerbangan sipil. Koordinasi ini dilakukan melalui sistem Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) yang dapat diakses publik melalui aplikasi MAGMA Indonesia, memastikan informasi real-time tersedia bagi operator penerbangan dan pemangku kebijakan.
Pemantauan berbasis data citra satelit Himawari dan pengamatan dari stasiun Volcanic Ash Advisory di Darwin menunjukkan sebaran abu dalam tiga lapisan ketinggian. Pada ketinggian sekitar 50.000 kaki, gumpalan abu pekat teramati bergerak ke arah barat daya melintasi Samudra Hindia. Di ketinggian sekitar 20.000 kaki, aktivitas emisi abu masih aktif dan terbawa angin dominan ke barat, sementara sisa debu halus dari erupsi sebelumnya terpantau bergerak ke timur menuju perairan Selat Sunda bagian selatan.
Untuk menjaga keselamatan masyarakat, Badan Geologi bekerja erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait lainnya. Siti Sumilah Rita Susilawati, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat di kawasan rawan, terutama dalam penggunaan masker pelindung. Partikel abu yang sangat halus berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan ibu hamil yang rentan terhadap paparan.
Pemantauan terus dilakukan secara intensif hingga pukul 10.30 WIB, dengan hasil pemetaan sebaran yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan mitigasi. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mencegah risiko serius baik dari sisi transportasi udara maupun kesehatan masyarakat di wilayah sekitar kawasan gunung berapi aktif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


