Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke 5 Wilayah, Ini Cara Aman Bersihkan
Erupsi terus-menerus Gunung Anak Krakatau menyebabkan abu vulkanik menyebar ke lima provinsi, dengan panduan aman dari IVHHN untuk pembersihan di luar dan dalam ruangan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 11.43 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 10x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Erupsi berulang Gunung Anak Krakatau sejak Jumat (4/9) hingga Minggu (6/9) telah mengakibatkan penyebaran abu vulkanik ke lima provinsi di Jawa dan Sumatera. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, memastikan abu vulkanik terpantau menyebar ke Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu. Dampak ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan dan kerusakan infrastruktur jika tidak ditangani secara tepat.
Abu vulkanik memiliki struktur kristal tajam yang berbeda dari debu biasa. Jika disikat atau dilap, dapat menyebabkan goresan dan kerusakan pada permukaan benda. Oleh karena itu, metode pembersihan harus memperhatikan sifat fisik material ini. Hujan dan angin secara alami membantu menghilangkan abu di luar ruangan, namun perlu penanganan khusus untuk perabot dan permukaan dalam rumah.
Panduan dari International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN) menekankan pentingnya perlindungan diri sebelum memulai pembersihan. Penggunaan masker atau kain basah, serta kacamata, dianjurkan untuk menghindari paparan langsung. Area yang terdampak sebaiknya disiram air secara perlahan agar debu tidak beterbangan. Untuk abu tebal lebih dari 1 cm, gunakan sekop; untuk jumlah sedikit, sapu lidi lebih efektif. Semua abu harus dimasukkan ke kantong plastik tebal dan tidak boleh dibuang di sembarang tempat.
Perhatian khusus diperlukan pada atap rumah, karena sebagian besar tidak mampu menahan lebih dari 10 cm abu basah, berisiko menyebabkan keruntuhan. Talang air juga rentan tersumbat, sehingga perlu dibersihkan dari abu secara rutin. Jangan merendam abu karena akan mengeras dan menambah beban. Hindari mengalirkan abu basah ke saluran air atau membuangnya di halaman. Selain itu, sebaiknya tidak mengemudi kecuali benar-benar diperlukan, karena mobil bisa mengaduk abu dan menimbulkan risiko tambahan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026

Sepeda Listrik Diskon 50% di Transmart, Mulai Rp3,68 Juta
Transmart gelar diskon besar-besaran untuk sepeda listrik hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit tertentu, berlaku 25 Oktober 2025 di seluruh gerai.
24 Oktober 2026

BYAN Buka Suara Soal Transaksi Saham ke Jhonlin Baratama
Perseroan menyatakan belum ada perubahan pengendalian meski transaksi saham ke Jhonlin Baratama terjadi pada harga seragam Rp2.588 per saham.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.06 WITA

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

LCGC Mulai Tergerus, Industri Tawarkan Solusi Hybrid
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BRI Perkuat Nilai Saham Lewat Buyback Rp1 Triliun
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Wall Street Picu Pelemahan Bursa Asia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

IHSG Melonjak, Saham BBRI dan AMMN Pimpin Penguatan Pasar
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

