Abu Vulkanik Ancam Keselamatan Penerbangan, Ini Alasannya
Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu penyebaran abu vulkanik yang memaksa pembatalan sejumlah penerbangan akibat risiko tinggi bagi mesin dan sistem pesawat.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 11.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Sejak akhir pekan lalu, operasional penerbangan di sejumlah bandara di Indonesia mengalami gangguan berat akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan sementara area udara dilakukan sebagai langkah pencegahan menyusul kekhawatiran terhadap potensi bahaya yang ditimbulkan oleh partikel halus hasil erupsi gunung berapi tersebut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa abu vulkanik bukan sekadar debu biasa, melainkan material mikroskopis yang berpotensi mengganggu semua aspek keselamatan penerbangan.
Material ini terdiri dari serpihan batuan, silika SiO2, dan kristal mineral tajam yang bersifat sangat abrasif. Ketika pesawat terbang melalui awan abu pada ketinggian tinggi, gesekan partikel-partikel keras ini menyebabkan kerusakan mekanis serius. Permukaan kaca kokpit dapat menjadi buram akibat pengikisan seperti amplas, sementara sensor dinamika udara seperti pitot tube yang menentukan kecepatan udara bisa rusak. Bahkan, bilah turbin mesin jet juga rentan terkikis, menurunkan efisiensi dan potensi kegagalan sistem.
Kekhawatiran utama muncul dari dinamika termal di dalam mesin turbofan. Suhu ruang bakar mesin jet mencapai 1.400 hingga 2.000 derajat Celsius, jauh melampaui titik leleh silika dalam abu vulkanik yang sekitar 1.100 derajat Celsius. Ketika abu terhisap masuk, partikel silika meleleh, mengalir, lalu membeku kembali menjadi kerak kaca di bagian turbin yang lebih dingin. Penumpukan ini menghambat aliran udara, menyebabkan engine stall hingga flamenout total—kemungkinan kegagalan mesin yang berakibat fatal.
Selain kerusakan fisik, abu vulkanik juga berpotensi merusak sistem elektronik dan komunikasi. Gesekan antarpartikel halus yang bergerak cepat menghasilkan muatan listrik statis ekstrem, memicu fenomena St. Elmo’s Fire di kaca kokpit dan mengganggu sinyal radio. Komposisi asam pada abu juga dapat menyebabkan korosi cepat pada perangkat elektronik sensitif serta mencemari sistem pengkondisi udara kabin, yang berisiko mengganggu kesehatan kru dan penumpang. Dengan semua risiko ini, penutupan bandara menjadi langkah strategis demi mencegah kecelakaan penerbangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


