Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Adelia Kansya Tekankan Manfaat Nyata Anggaran Kepemudaan 2027

Anggota DPR RI Adelia Kansya dukung peningkatan anggaran kepemudaan 2027 dengan syarat berdampak luas, merata, dan berkelanjutan hingga peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 22.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Adelia Kansya Tekankan Manfaat Nyata Anggaran Kepemudaan 2027
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Anggota Komisi X DPR RI Adelia Kansya menegaskan dukungan terhadap rencana penguatan anggaran kepemudaan tahun 2027 yang diajukan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Ia menekankan bahwa peningkatan anggaran harus diikuti dengan keberpihakan nyata kepada seluruh pemuda di berbagai wilayah, bukan hanya terfokus pada kegiatan formal atau seremonial semata. Dukungan ini disampaikan dalam rapat kerja Komisi X dengan Kemenpora, yang membahas usulan alokasi anggaran untuk tahun mendatang.

Adelia menyoroti pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran, menekankan bahwa ukuran keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh jumlah dana, melainkan oleh dampak yang dirasakan masyarakat. Ia meminta Rancangan Kebijakan Anggaran Kemenpora 2027 benar-benar merespons kebutuhan nyata pemuda dan atlet di berbagai lapisan masyarakat. Dengan demikian, anggaran yang besar tidak boleh berakhir sebagai kegiatan yang tidak berdampak jangka panjang.

Momen 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028, menurut Adelia, harus menjadi titik tolak strategis untuk merancang program kepemudaan yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa peringatan sejarah ini tidak boleh hanya berakhir pada upacara atau acara formal, melainkan harus menjadi momentum pembangunan karakter, kemandirian, dan kualitas generasi muda secara menyeluruh. Program yang disiapkan harus mampu menciptakan warisan nyata yang dirasakan generasi mendatang.

Ia juga menekankan perlunya pendekatan inklusif dalam distribusi program, memastikan pemuda di daerah terpencil, wilayah kepulauan, dan daerah dengan keterbatasan infrastruktur ikut terlibat. Adelia menilai bahwa keterjangkauan program harus diukur melalui data konkret, seperti jumlah penerima manfaat, lokasi penyebaran, kualitas pelaksanaan, serta hasil yang diperoleh. Dengan pemetaan yang jelas, pemerintah dapat memastikan tidak ada kelompok muda yang terabaikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya