AKRA Rancang Dividen 30% untuk Tahun Buku 2026
Perseroan menetapkan pembagian dividen minimal 30% dari laba bersih tahun buku 2026, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Perseroan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mengungkapkan arahan pembagian dividen tahun buku 2026 dengan rasio minimal 30% dari laba bersih. Langkah ini menandai penurunan signifikan dibandingkan rasio 80% yang diterapkan pada tahun buku 2025, menunjukkan perubahan strategi dalam distribusi keuntungan kepada pemegang saham.
Dalam paparannya secara daring pada Selasa (8/9/2026), Arum Pawestri Handayani selaku Corporate Secretary dan Kepala Divisi Hukum menyatakan bahwa kebijakan pembagian dividen tetap berlandaskan prinsip konsistensi. Rasio minimal 30% hanya berlaku jika laba bersih perusahaan melampaui ambang Rp50 miliar, yang secara teknis telah terpenuhi berdasarkan kinerja semester pertama.
Pembagian dividen tersebut tidak otomatis, melainkan masih menunggu persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan pertimbangan kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan. Hal ini menekankan bahwa keputusan akhir tetap mengakomodasi kebutuhan pendanaan operasional dan investasi jangka panjang.
Data kinerja perusahaan menunjukkan laba bersih semester I-2026 mencapai Rp1,43 triliun, naik 21,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,18 triliun. Peningkatan ini menjadi dasar kepercayaan atas kemampuan AKRA untuk tetap menjaga keseimbangan antara pembagian keuntungan dan pertumbuhan bisnis.
Pendekatan yang lebih selektif dalam pembagian dividen mencerminkan fokus perusahaan pada keberlanjutan finansial dan ketahanan operasional di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


