Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Aliran Minyak Melonjak Rekor Lewat Selat Hormuz

Volume ekspor minyak mentah melalui Selat Hormuz mencatat rekor tertinggi sejak awal konflik AS-Iran, menembus 17 juta barel per hari.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 08.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Aliran Minyak Melonjak Rekor Lewat Selat Hormuz
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz berhasil mencatatkan angka tertinggi sejak dimulainya ketegangan regional pada akhir Februari 2026, dengan jumlah mencapai 17 juta barel per hari. Angka ini menjadi bukti keberlanjutan pasokan energi global meski konflik di kawasan Teluk masih berlangsung. Menteri Energi Amerika Serikat, Chris Wright, menegaskan bahwa rekor tersebut tidak hanya mencerminkan stabilitas operasional, tetapi juga efektivitas upaya pengamanan jalur laut strategis.

Peningkatan aliran ini didukung oleh kapasitas pipa darat dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang beroperasi secara penuh, sehingga total ekspor energi dari kawasan Teluk secara resmi melampaui batas volume sebelum konflik berkecamuk. Dalam upaya menjaga keamanan, militer AS telah membuka koridor pelayaran khusus di sepanjang pantai Oman, menjadi rute alternatif bagi kapal tanker sekutu.

Untuk menghindari risiko serangan, kapal-kapal tersebut menerapkan strategi “going dark” — mematikan sistem transponder satelit — dan melintasi selat pada malam hari. Sejak awal Mei 2026, Komando Pusat AS (CENTCOM) telah mengawal lebih dari 1.300 kapal komersial, serta memastikan pengiriman lebih dari 660 juta barel minyak mentah tetap berjalan lancar.

Wright juga menyoroti ketidakakuratan data dari lembaga pelacak kapal swasta yang dinilainya kerap memberikan estimasi yang menyimpang dari realitas lapangan. Ia menekankan bahwa data resmi yang dikumpulkan melalui koordinasi militer dan operasional logistik memberikan gambaran yang lebih akurat dan andal tentang aliran energi global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya