Anggaran Kebencanaan Sultra Di Bawah MBG, Ancaman Kesiapsiagaan Meningkat
Anggaran penanganan bencana di Sulawesi Tenggara jauh lebih rendah dibanding anggaran pembiayaan pembangunan, memicu kekhawatiran terhadap kesiapan respons bencana di daerah rawan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 07.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Realisasi anggaran penanggulangan bencana di Sulawesi Tenggara pada tahun ini tercatat hanya sebesar Rp21,7 miliar, jauh di bawah alokasi anggaran pembangunan (MBG) yang mencapai Rp1,2 triliun. Perbandingan ini menunjukkan ketimpangan signifikan dalam prioritas anggaran, yang berpotensi melemahkan kapasitas daerah dalam merespons bencana alam secara cepat dan efektif. Keterbatasan dana tersebut menyulitkan pemda dalam memperkuat sistem peringatan dini, pelatihan relawan, dan pemeliharaan infrastruktur mitigasi.
Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada kecepatan penanganan darurat saat terjadi bencana. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menegaskan bahwa keterbatasan anggaran membatasi kemampuan operasional, termasuk pengadaan peralatan dan logistik kritis. “Tanpa dana yang memadai, respons bencana menjadi terlambat dan tidak optimal,” ujar dia, menekankan pentingnya peningkatan anggaran khusus bencana sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat.
Angka-angka ini juga mengungkap ketidakseimbangan antara potensi risiko bencana dan alokasi sumber daya. Sultra termasuk wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap gempa bumi, banjir, dan longsor. Namun, alokasi anggaran kebencanaan hanya sekitar 1,8 persen dari total anggaran daerah, jauh di bawah standar nasional yang disarankan sebesar 3 persen. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kesiapsiagaan daerah terancam terganggu jika terjadi bencana besar.
Pemerintah daerah kini tengah memperjuangkan revisi alokasi anggaran untuk menaikkan porsi kebencanaan, dengan target mencapai 3 persen dari total anggaran daerah dalam lima tahun ke depan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas mitigasi, mempercepat evakuasi, dan memperbaiki infrastruktur tahan bencana. Tujuannya jelas: melindungi nyawa dan aset masyarakat di wilayah yang rentan terhadap ancaman alam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kebakaran Landa Dua Rumah di Wakontu Akibat Kompor Tak Dimatikan
Kebakaran hebat terjadi di Desa Wakontu, Muna Barat, menyebabkan dua rumah hangus karena kompor gas ditinggalkan menyala setelah memasak.
8 September 2026

Kejati Sultra Periksa Aktivitas Tambang di Pulau Pulau
Kejati Sultra menyatakan akan memverifikasi laporan aktivitas tambang nikel di Pulau Pulau, termasuk Pulau Wowoni, sebelum menentukan langkah hukum.
8 September 2026

Pencegahan Kerusakan Smartphone Akibat Abu Vulkanik
Pengguna perangkat elektronik diminta segera membersihkan smartphone setelah terpapar abu vulkanik untuk mencegah kerusakan permanen akibat partikel tajam dan risiko korsleting.
8 September 2026

Rektor Lantik 16 Pejabat Fungsional di UIN Kendari
Rektor Universitas Islam Negeri Kendari melantik 16 pejabat fungsional dengan tujuan memperkuat tata kelola dan pelayanan akademik di lingkungan kampus.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


