Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Anggaran LPDP 2027 Capai Rp3,93 Triliun untuk 12.000 Penerima Beasiswa

LPDP mengusulkan anggaran Rp3,93 triliun pada 2027 untuk menyalurkan beasiswa kepada 12.000 penerima, termasuk melalui kolaborasi strategis dengan kementerian terkait.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Anggaran LPDP 2027 Capai Rp3,93 Triliun untuk 12.000 Penerima Beasiswa
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp3,93 triliun untuk tahun 2027 dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR. Anggaran ini mencakup berbagai komponen utama, termasuk penyaluran beasiswa senilai Rp2,78 triliun, pendanaan riset sebesar Rp597,93 miliar, dana abadi kebudayaan sebesar Rp200 miliar, serta dukungan untuk perguruan tinggi sebesar Rp350 miliar.

Dari total anggaran, sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan beasiswa, yang ditargetkan menjangkau 12.000 penerima. Jumlah ini merupakan kenaikan signifikan dibandingkan target tahun 2026 yang hanya mencapai 8.000 awardee. Beasiswa yang disalurkan mencakup penerima dari program LPDP mandiri maupun hasil kolaborasi dengan instansi pemerintah.

Dalam penyusunan anggaran, LPDP menekankan pentingnya keterpaduan dengan program strategis nasional, khususnya klaster pendidikan dalam Program Prioritas Nasional (PKPN). Kolaborasi dilakukan dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Agama (Kemenag) untuk memastikan keselarasan kebijakan dan dampak pembangunan sumber daya manusia.

Selain beasiswa, anggaran juga dialokasikan untuk 25 proyek penelitian, 12 layanan dana abadi kebudayaan, dan 23 perguruan tinggi berbadan hukum nasional berbadan hukum (PTNBH). Penyusunan prioritas ini menunjukkan komitmen LPDP dalam mendukung inovasi, keberlanjutan budaya, serta peningkatan kualitas pendidikan tinggi secara sistemik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya