Jumat, 18 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Antrean BBM di Sulsel Tuntas Usai Penindakan Oknum

Kementerian ESDM melaporkan antrean panjang BBM di Makassar telah teratasi setelah tindakan penertiban terhadap oknum yang memanipulasi kapasitas tangki kendaraan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 07.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Antrean BBM di Sulsel Tuntas Usai Penindakan Oknum📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi antrean panjang di sejumlah SPBU di wilayah Sulawesi Selatan telah berhasil diredam setelah pemerintah melakukan penindakan terhadap pelaku yang memanipulasi sistem distribusi bahan bakar. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa situasi tersebut telah terkendali dan telah dilaporkan langsung kepada Presiden Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa penyelesaian masalah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjamin ketersediaan BBM subsidi secara merata dan terhindar dari praktik tidak sehat.

Masalah antrean yang sempat mengular hingga beberapa kilometer diduga berasal dari perubahan kebijakan penggunaan BBM dari nonsubsidi ke subsidi. Namun, Bahlil menyoroti adanya indikasi sengaja memperbesar kapasitas tangki kendaraan untuk memperoleh BBM subsidi dalam jumlah besar. Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, beberapa kendaraan dilaporkan memiliki kapasitas tangki yang jauh melampaui standar, mencapai 700 liter hingga satu ton, dengan jenis kendaraan seperti Pajero yang digunakan untuk memperbesar kapasitas penyimpanan.

Presiden Prabowo Subianto, menurut Bahlil, memberikan arahan tegas untuk segera menertibkan praktik tersebut. Upaya penertiban ini dilakukan dengan koordinasi langsung antara Kementerian ESDM dan Pertamina untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan sesuai aturan di lapangan. Langkah tersebut bertujuan mencegah penyalahgunaan subsidi dan menjaga kestabilan pasokan BBM bagi masyarakat umum.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, juga mengonfirmasi bahwa ada pihak yang secara sengaja menambah kapasitas tangki kendaraan melebihi batas normal. Ia mencontohkan, tangki yang semestinya berkapasitas X justru diperbesar hingga 50 hingga 75 persen lebih besar dari standar. Praktik ini, menurutnya, menjadi salah satu faktor utama terjadinya antrean panjang di SPBU dan merugikan masyarakat yang berhak mendapatkan BBM subsidi secara adil.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya