Antrean BBM di Sulsel Tuntas Usai Penindakan Oknum
Kementerian ESDM melaporkan antrean panjang BBM di Makassar telah teratasi setelah tindakan penertiban terhadap oknum yang memanipulasi kapasitas tangki kendaraan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 07.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi antrean panjang di sejumlah SPBU di wilayah Sulawesi Selatan telah berhasil diredam setelah pemerintah melakukan penindakan terhadap pelaku yang memanipulasi sistem distribusi bahan bakar. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa situasi tersebut telah terkendali dan telah dilaporkan langsung kepada Presiden Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa penyelesaian masalah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjamin ketersediaan BBM subsidi secara merata dan terhindar dari praktik tidak sehat.
Masalah antrean yang sempat mengular hingga beberapa kilometer diduga berasal dari perubahan kebijakan penggunaan BBM dari nonsubsidi ke subsidi. Namun, Bahlil menyoroti adanya indikasi sengaja memperbesar kapasitas tangki kendaraan untuk memperoleh BBM subsidi dalam jumlah besar. Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, beberapa kendaraan dilaporkan memiliki kapasitas tangki yang jauh melampaui standar, mencapai 700 liter hingga satu ton, dengan jenis kendaraan seperti Pajero yang digunakan untuk memperbesar kapasitas penyimpanan.
Presiden Prabowo Subianto, menurut Bahlil, memberikan arahan tegas untuk segera menertibkan praktik tersebut. Upaya penertiban ini dilakukan dengan koordinasi langsung antara Kementerian ESDM dan Pertamina untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan sesuai aturan di lapangan. Langkah tersebut bertujuan mencegah penyalahgunaan subsidi dan menjaga kestabilan pasokan BBM bagi masyarakat umum.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, juga mengonfirmasi bahwa ada pihak yang secara sengaja menambah kapasitas tangki kendaraan melebihi batas normal. Ia mencontohkan, tangki yang semestinya berkapasitas X justru diperbesar hingga 50 hingga 75 persen lebih besar dari standar. Praktik ini, menurutnya, menjadi salah satu faktor utama terjadinya antrean panjang di SPBU dan merugikan masyarakat yang berhak mendapatkan BBM subsidi secara adil.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Influenza A Melonjak, Anak Usia Dini Paling Terdampak
Kenaikan kasus influenza A kini terjadi secara nasional, dengan anak usia 0–4 tahun menjadi kelompok paling banyak terinfeksi, meski fasilitas kesehatan tetap stabil.
18 September 2026

74 WNI Masih di Mocha, Kemlu Pantau Kondisi Secara Berkala
Kementerian Luar Negeri melaporkan 74 pelajar WNI masih berada di Kota Mocha, Yaman, dalam situasi ketegangan regional yang terus dipantau secara intensif.
18 September 2026

Antrean BBM di Makassar Disebabkan Perubahan Pola Konsumsi dan Penimbunan
Kementerian ESDM mengungkap penyebab antrean panjang di SPBU Makassar akibat pergeseran konsumsi ke BBM subsidi dan praktik penimbunan ilegal oleh oknum.
18 September 2026

Menlu Wakili Prabowo di Sidang PBB 2026
Menteri Luar Negeri Sugiono akan memimpin delegasi Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, sesuai arahan Presiden Prabowo yang fokus pada isu domestik.
18 September 2026
Berita Lainnya

Xiaomi Perkenalkan Tiga Perangkat Wearable Baru dengan Fitur Kesehatan dan Daya Tahan Tinggi
Jumat, 18 September 2026, 07.37 WITA

Prabowo Ungkap Skema Ekspor Satu Pintu untuk Hentikan Kebocoran Negara
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

RUU Keuangan Negara Harus Diposisikan sebagai Alat Politik Ekonomi
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

Rasio Pajak RI Mendekati 10%, DPR Soroti Kinerja Penerimaan
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

Hujan Lebat Picu Banjir di Mogadishu, Pemerintah Bentuk Tim Tanggap Darurat
Jumat, 18 September 2026, 07.33 WITA

Subsidi BBM Pakistan Diterapkan, Warga Kesulitan Akses
Jumat, 18 September 2026, 07.33 WITA

Adhi Karya Minta Maaf, Janji Tuntaskan Proyek LRT City
Jumat, 18 September 2026, 07.33 WITA

Haji Isam Siap Akuisisi 30% Saham BYAN, Nilai Kepemilikan di Tiga Emiten Capai Rp93 Triliun
Jumat, 18 September 2026, 07.32 WITA


