APBN 2027 Disepakati dengan Defisit 2,4% di Bawah Kendali Suahasil Nazara
Pemerintah dan Banggar DPR menyetujui rancangan APBN 2027 dengan defisit 2,4% PDB, pendapatan Rp3,435 triliun, dan belanja Rp4,106 triliun, di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 15.32 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 10x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama pemerintah telah menyelesaikan pembahasan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027, dengan hasil kesepakatan yang siap diserahkan ke Rapat Paripurna untuk pengesahan. Proses penyusunan ini dilakukan dalam konteks ketidakpastian ekonomi global yang kompleks, namun tetap menunjukkan konsistensi dalam menjaga stabilitas fiskal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Penetapan postur anggaran dilakukan setelah pergantian posisi Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara, yang menegaskan komitmen pemerintah untuk menjalankan kebijakan fiskal yang berkelanjutan, responsif, dan berbasis pada prinsip kehati-hatian. Dalam kesempatan penutupan rapat kerja, Suahasil menekankan bahwa APBN 2027 dirancang sebagai alat strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan, melindungi kepentingan rakyat, dan menciptakan ruang bagi investasi sektoral.
Anggaran pendapatan negara ditetapkan sebesar Rp3,435 triliun, mengalami kenaikan dari usulan awal Rp3,426 triliun. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan penerimaan perpajakan menjadi Rp2,911,95 triliun, terutama dari pajak yang naik menjadi Rp2,593,35 triliun dan kepabeanan serta cukai sebesar Rp318,6 triliun. Sementara itu, penerimaan nonpajak mencapai Rp522,48 triliun, sedangkan hibah tetap dipertahankan di angka Rp666,3 triliun.
Belanja negara disepakati sebesar Rp4,106 triliun, meningkat dari usulan awal Rp4,097 triliun. Komposisi belanja pemerintah pusat naik menjadi Rp3,371 triliun, dengan belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp1,556,89 triliun dan belanja non-K/L sebesar Rp1,814,36 triliun. Transfer ke daerah tetap dipertahankan pada angka Rp735 triliun. Defisit fiskal dipertahankan pada level 2,4% terhadap PDB senilai Rp671,16 triliun, dengan keseimbangan primer dirancang defisit Rp20,85 triliun dan pembiayaan anggaran tetap pada angka yang sama.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
PT Vaksindo Satwa Nusantara sukses mengekspor vaksin hewan senilai Rp1,9 miliar ke empat negara Afrika sebagai langkah ekspansi pasar pertama di benua tersebut.
24 September 2026

Anggaran Kemenhub 2027 Rp32,9 Triliun, Laut Terbesar
Ditjen Perhubungan Laut menjadi penerima anggaran terbesar di Kemenhub dengan Rp10,49 triliun, menyesuaikan prioritas peningkatan keselamatan dan konektivitas maritim.
24 September 2026

Anggaran 2027 Basarnas Belum Cukup, Kekurangan Rp2,29 Triliun
Basarnas mengalokasikan anggaran Rp1,56 triliun untuk 2027, masih kurang Rp2,29 triliun dari kebutuhan sebenarnya, terutama untuk sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan.
24 September 2026

Pemerintah Masih Rancang Desain Program Rekening Gratis
Pemerintah belum menentukan anggaran detail dan desain pelaksanaan program pembukaan rekening gratis dengan saldo awal Rp50 ribu untuk masyarakat.
24 September 2026
Berita Lainnya

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Tenggelamnya Kapal Virgo
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Pemprov NTB dan DPR RI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Penyusunan UU Reforma Agraria Dilakukan dengan Pertimbangan Mendalam
Kamis, 24 September 2026, 23.28 WITA

Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
Kamis, 24 September 2026, 23.22 WITA

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Gen Z AS Dorong Masuknya Mobil Listrik China
Kamis, 24 September 2026, 23.13 WITA

