Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Arus Modal Asing Masuk, IHSG Tetap Volatil Akibat Faktor Global

Meski aliran modal asing kembali masuk, indeks saham domestik tetap fluktuatif akibat tekanan harga komoditas, kebijakan moneter global, dan sentimen geopolitik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 17.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Arus Modal Asing Masuk, IHSG Tetap Volatil Akibat Faktor Global
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan yang tidak menentu selama sebulan terakhir, meskipun terjadi aliran modal asing yang kembali masuk ke pasar modal Indonesia. Pergerakan ini dipengaruhi oleh beragam faktor eksternal yang saling berinteraksi, termasuk fluktuasi harga minyak mentah, emas, dan komoditas lunak yang berdampak langsung pada kinerja emiten terkait sektor energi dan konsumsi. Investor juga tetap waspada terhadap perkembangan kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), terutama terkait ekspektasi kenaikan suku bunga yang berpotensi menekan arus modal global.

Analis dari MNC Sekuritas menekankan bahwa volatilitas pasar saat ini tidak lepas dari dinamika harga energi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang berdampak pada inflasi global dan ekspektasi kenaikan suku bunga. Hal serupa disampaikan oleh perwakilan Pilarmas Investindo Sekuritas, yang menyoroti pola historis IHSG yang cenderung terkoreksi pada bulan September, dengan rata-rata penurunan sebesar 0,76% dalam dekade terakhir dan probabilitas terjadinya koreksi mencapai 60%. Faktor-faktor yang mendukung tekanan ini antara lain kenaikan harga minyak, inflasi AS yang membaik, dan prospek kenaikan suku bunga bank sentral dunia.

Namun, dari sisi teknikal, terdapat indikasi penguatan IHSG dalam bulan ini. Pasar dinilai masih berada dalam zona support yang kuat, sehingga koreksi yang terjadi tidak menembus level kritis. Rentang pergerakan IHSG diperkirakan berada antara 6.640 hingga 6.730, menunjukkan potensi kenaikan meskipun dengan volatilitas tinggi. Investor tetap aktif melakukan rotasi sektor, sambil menilai kembali fundamental emiten dan kebijakan fiskal domestik yang dapat memengaruhi kinerja pasar.

Para analis menyatakan bahwa fluktuasi IHSG saat ini merupakan bagian dari proses koreksi pasca kenaikan pasar pada awal tahun, yang sempat terhambat akibat gejolak pasar antara pertengahan April hingga awal Juni 2026. Aksi akumulasi masih terjadi, namun diimbangi dengan aksi ambil untung dari para trader yang belum yakin terhadap keberlanjutan tren kenaikan. Sentimen positif tetap ada, terutama dari masuknya kembali dana asing, namun tetap diimbangi dengan kecemasan terhadap kondisi ekonomi global dan pergerakan dolar AS serta yield obligasi AS.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya