Arus Modal Asing Masuk, IHSG Tetap Volatil Akibat Faktor Global
Meski aliran modal asing kembali masuk, indeks saham domestik tetap fluktuatif akibat tekanan harga komoditas, kebijakan moneter global, dan sentimen geopolitik.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 17.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan yang tidak menentu selama sebulan terakhir, meskipun terjadi aliran modal asing yang kembali masuk ke pasar modal Indonesia. Pergerakan ini dipengaruhi oleh beragam faktor eksternal yang saling berinteraksi, termasuk fluktuasi harga minyak mentah, emas, dan komoditas lunak yang berdampak langsung pada kinerja emiten terkait sektor energi dan konsumsi. Investor juga tetap waspada terhadap perkembangan kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), terutama terkait ekspektasi kenaikan suku bunga yang berpotensi menekan arus modal global.
Analis dari MNC Sekuritas menekankan bahwa volatilitas pasar saat ini tidak lepas dari dinamika harga energi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang berdampak pada inflasi global dan ekspektasi kenaikan suku bunga. Hal serupa disampaikan oleh perwakilan Pilarmas Investindo Sekuritas, yang menyoroti pola historis IHSG yang cenderung terkoreksi pada bulan September, dengan rata-rata penurunan sebesar 0,76% dalam dekade terakhir dan probabilitas terjadinya koreksi mencapai 60%. Faktor-faktor yang mendukung tekanan ini antara lain kenaikan harga minyak, inflasi AS yang membaik, dan prospek kenaikan suku bunga bank sentral dunia.
Namun, dari sisi teknikal, terdapat indikasi penguatan IHSG dalam bulan ini. Pasar dinilai masih berada dalam zona support yang kuat, sehingga koreksi yang terjadi tidak menembus level kritis. Rentang pergerakan IHSG diperkirakan berada antara 6.640 hingga 6.730, menunjukkan potensi kenaikan meskipun dengan volatilitas tinggi. Investor tetap aktif melakukan rotasi sektor, sambil menilai kembali fundamental emiten dan kebijakan fiskal domestik yang dapat memengaruhi kinerja pasar.
Para analis menyatakan bahwa fluktuasi IHSG saat ini merupakan bagian dari proses koreksi pasca kenaikan pasar pada awal tahun, yang sempat terhambat akibat gejolak pasar antara pertengahan April hingga awal Juni 2026. Aksi akumulasi masih terjadi, namun diimbangi dengan aksi ambil untung dari para trader yang belum yakin terhadap keberlanjutan tren kenaikan. Sentimen positif tetap ada, terutama dari masuknya kembali dana asing, namun tetap diimbangi dengan kecemasan terhadap kondisi ekonomi global dan pergerakan dolar AS serta yield obligasi AS.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


