Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS dan Ukraina Hadapi Tegangan dalam Upaya Damai

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkap ketegangan serius dalam hubungan dengan Ukraina akibat kurangnya kemajuan perundingan damai yang diupayakan Presiden Donald Trump selama dua tahun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 23.05 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 43x dibuka
AS dan Ukraina Hadapi Tegangan dalam Upaya Damai📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengungkap adanya ketegangan mendalam dalam hubungan bilateral dengan Ukraina dalam konferensi pers di Washington. Ia menegaskan bahwa situasi tersebut bukan sekadar ketidaksepahaman, melainkan refleksi dari frustrasi yang mendalam terhadap minimnya kemajuan dalam perundingan damai yang telah menjadi fokus utama kebijakan luar negeri AS selama periode dua tahun terakhir.

Rubio menjelaskan bahwa Presiden AS Donald Trump secara konsisten menunjukkan kekecewaan terhadap sikap Ukraina dalam proses negosiasi, terutama terkait keberlanjutan komitmen terhadap solusi damai yang berkelanjutan. Menurutnya, upaya presiden untuk merangkul kedua belah pihak telah berlangsung intensif, namun hasil yang dicapai dinilai belum memadai.

Dalam pernyataannya, Rubio menekankan bahwa Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mendorong penyelesaian konflik melalui dialog langsung. Ia menegaskan bahwa Washington terus melakukan upaya diplomasi aktif, termasuk melalui komunikasi langsung dengan pemimpin Ukraina, guna membawa kedua belah pihak ke titik di mana perang dapat diakhiri tanpa kekerasan berkepanjangan.

Ketegangan ini tidak mengurangi tekad AS untuk tetap menjadi mediator, meski mengakui tantangan besar dalam menyeimbangkan kepentingan kedua negara. Namun, tetap dipertahankan bahwa tujuan utama tetap pada pencapaian perdamaian yang berkelanjutan dan berbasis pada keputusan bersama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya