AS Perkuat Tekanan Militer Sebelum Negosiasi Baru dengan Iran
Amerika Serikat meningkatkan serangan militer terhadap Iran menjelang perundingan baru, bertujuan melemahkan posisi Teheran di Selat Hormuz, sementara negara-negara seperti Pakistan, Qatar, dan Turki berupaya menjadi mediator.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Amerika Serikat kembali memperburuk ketegangan dengan Iran melalui serangkaian serangan militer yang dilancarkan sejak awal Juli 2026, menurut pernyataan anggota komite keamanan nasional Parlemen Iran. Serangan tersebut dipandang sebagai strategi untuk menekan Teheran sebelum pertemuan perundingan terbaru, dengan tujuan utama mengurangi pengaruh Iran atas pengelolaan Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan oleh Ahmad Bakhshayesh Ardestani, yang menegaskan bahwa Washington percaya bisa memperlemah posisi Iran secara signifikan sebelum negosiasi dimulai kembali.
Ardestani menyoroti bahwa meskipun Pakistan, Qatar, dan Turki aktif dalam upaya mediasi, upaya diplomatik belum mampu menekan dinamika militer yang terus memanas. Ia menekankan bahwa serangan terbaru dilatarbelakangi keberadaan ketidakjelasan dalam nota kesepahaman yang telah ditandatangani secara tidak langsung pada akhir Juni 2026. Dokumen tersebut dinilai belum komprehensif, terutama pada poin-poin krusial yang berpotensi ditafsirkan berbeda oleh kedua belah pihak.
Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah butir kelima yang menyatakan bahwa pengelolaan Selat Hormuz akan dilakukan melalui mekanisme Iran dengan kolaborasi bersama Oman. Namun, Ardestani menilai bahwa Oman—sebagai negara Arab yang berada di bawah tekanan geopolitik kuat dari negara-negara Teluk Arab dan Amerika Serikat—tidak sepenuhnya independen dalam keputusannya. Dengan demikian, Washington diduga berupaya memanfaatkan ketergantungan Oman untuk menciptakan koridor pelayaran yang mengurangi dominasi Iran dalam pengelolaan selat tersebut.
Peningkatan ketegangan ini muncul setelah kesepakatan awal pada 17 Juni, yang sempat menghentikan konflik militer secara langsung. Namun, sejak 8 Juli, militer AS kembali melancarkan serangan terhadap sasaran di wilayah Iran, dengan alasan respons atas aksi Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Iran pun membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, menciptakan siklus retaliasi yang mengancam stabilitas regional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


