Asing Jual Bersih Rp424 Miliar, BUMI Pimpin Akumulasi Saham
Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp424 miliar hingga sesi I perdagangan, dengan BUMI jadi saham paling banyak dibeli.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 15.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada sesi pertama Senin (7/9/2026) menunjukkan dominasi aksi jual bersih dari investor asing, mencapai Rp424,06 miliar. Nilai pembelian asing tercatat sebesar Rp1,84 triliun, sementara penjualan mencapai Rp2,26 triliun. Pergerakan ini turut mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 0,12% ke posisi 6.628,19, dengan sektor perbankan menjadi salah satu penekan utama kinerja pasar.
Di tengah tekanan jual, beberapa emiten justru menjadi incaran akumulasi asing. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham dengan nilai pembelian bersih terbesar, mencapai Rp218,87 miliar, didukung volume transaksi sekitar 998,13 juta saham. Sementara itu, emiten lain yang menarik perhatian asing antara lain Adaro Andalan Indonesia (AADI) dengan net buy Rp46,11 miliar, Bukit Asam (PTBA) Rp38,91 miliar, dan Karya Pacific Energy (IATA) Rp30,65 miliar.
Sementara itu, sejumlah saham besar mengalami tekanan jual terbesar dari asing. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi yang paling banyak dijual dengan nilai jual bersih Rp81,67 miliar, disusul BBCA (Rp73,14 miliar), CUAN (Rp66,06 miliar), BBRI (Rp65,58 miliar), dan KLBF (Rp60,01 miliar). Emiten lain yang juga mengalami penjualan asing signifikan antara lain BMRI, GOTO, INET, TINS, dan EMAS, masing-masing dengan nilai jual bersih di atas Rp20 miliar.
Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang menguat signifikan, mencatat kenaikan 1,42% pada sesi I, menjadi penopang kinerja pasar meski tidak mampu menahan tekanan dari aksi jual asing. Pergerakan ini menunjukkan polarisasi dalam preferensi investor, dengan fokus terhadap emiten energi dan pertambangan tertentu, sementara saham-saham kapital besar justru mengalami aksi profit taking.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Polisi Amankan Pengedar Sabu 75,78 Gram di Cengkareng
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Tiga Tersangka Narkoba Diamankan di Tambora
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.23 WITA

Gubernur Sumut Larang Vape di Lingkungan ASN, Dukungan dari Anggota DPR
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.22 WITA

Presiden Tinjau Progres Pendidikan Kepemimpinan di URI
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.22 WITA

