Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asrama Haji Pontianak Siap Dijadikan Tempat Transit Personel Jepang

Asrama Haji Pontianak disiapkan sebagai lokasi transit sementara bagi sekitar 180 personel militer Jepang yang akan membantu penanganan karhutla di Kalimantan Barat mulai September 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 16.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Asrama Haji Pontianak Siap Dijadikan Tempat Transit Personel Jepang
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Barat tengah mempersiapkan Asrama Haji Pontianak sebagai fasilitas transit bagi personel militer Jepang yang akan turut serta dalam misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut. Rencana ini masih bersifat tahap survei awal, namun sudah dilakukan pengecekan terhadap kesiapan kamar, aula, fasilitas pendukung, serta kondisi lingkungan asrama.

Kepala Kemenhaj Kalbar, Kamaludin, menyampaikan bahwa jumlah personel Jepang yang direncanakan tiba mencapai sekitar 180 orang, dengan rencana kedatangan mulai 10 September 2026 dan masa tinggal diperkirakan selama 21 hari. Meskipun belum menerima surat resmi dari pihak terkait, pihaknya telah meminta pengelola asrama untuk melakukan pendataan kamar kosong dan fasilitas yang belum digunakan agar kesiapan dapat segera dipastikan.

Penggunaan asrama ini merupakan bagian dari kerja sama internasional dalam penanganan bencana alam, khususnya karhutla yang sering melanda Kalimantan Barat. Dukungan dari Jepang mencakup tiga helikopter CH-47 milik Japan Ground Self-Defense Force serta kapal angkut JS Kunisaki, yang akan mendukung operasi pemadaman dari udara dan darat.

Sebelumnya, Asrama Haji Pontianak juga telah dimanfaatkan untuk menampung personel TNI dari berbagai institusi, termasuk TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, dan Brimob, dalam operasi penanggulangan karhutla. Hal ini menunjukkan fleksibilitas fasilitas tersebut sebagai sarana penunjang kemanusiaan dan respons darurat.

Kamaludin menegaskan bahwa operasional utama asrama untuk haji dan umrah tetap berjalan normal meskipun digunakan sebagai tempat transit sementara. Kesiapan fasilitas ini menunjukkan pentingnya peran asrama sebagai sarana pendukung dalam menangani bencana, bukan hanya dalam konteks keagamaan, tetapi juga dalam konteks kesiapsiagaan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya