Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan Manusia
Abu vulkanik dari erupsi gunung berapi dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi pernapasan hingga penyakit paru-paru kronis.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Abu vulkanik yang terlepas selama erupsi gunung berapi mengandung partikel halus yang berpotensi merusak sistem pernapasan manusia. Partikel ini dapat menembus paru-paru dan menimbulkan peradangan, terutama pada individu yang sudah memiliki kondisi medis seperti asma atau penyakit jantung. Paparan jangka panjang terhadap debu vulkanik telah dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan pernapasan kronis.
Kondisi seperti bronkitis, emfisema, dan bahkan fibrosis paru dapat muncul akibat paparan berulang terhadap abu vulkanik. Sistem imun juga dapat terganggu karena partikel halus tersebut mengandung senyawa kimia aktif yang dapat menimbulkan reaksi inflamasi di saluran pernapasan. Orang-orang yang tinggal di sekitar kawasan vulkanik, terutama dalam radius 10 kilometer dari puncak gunung, berisiko tinggi mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, dan iritasi mata.
Dalam kondisi tertentu, abu vulkanik juga dapat menyebabkan gangguan kardiovaskular. Studi menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi partikel halus di udara setelah letusan vulkanik berkorelasi dengan lonjakan kasus stroke dan serangan jantung. Hal ini diduga disebabkan oleh respons peradangan sistemik yang dipicu oleh partikel mikro yang masuk ke aliran darah melalui paru-paru.
Pemerintah dan lembaga kesehatan menyarankan masyarakat untuk menggunakan masker N95 saat berada di luar ruangan selama erupsi, menghindari aktivitas fisik berat, serta menjaga kebersihan rumah dengan menutup ventilasi dan membersihkan permukaan secara rutin. Upaya ini penting untuk meminimalkan paparan dan melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.
Tujuan utama dari peringatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko kesehatan akibat abu vulkanik. Dengan langkah pencegahan yang tepat, dampak negatif terhadap kesehatan bisa diminimalkan. Kesiapan dan edukasi menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana alam yang melibatkan aktivitas vulkanik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


