Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan Manusia

Abu vulkanik dari erupsi gunung berapi dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi pernapasan hingga penyakit paru-paru kronis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan Manusia
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Abu vulkanik yang terlepas selama erupsi gunung berapi mengandung partikel halus yang berpotensi merusak sistem pernapasan manusia. Partikel ini dapat menembus paru-paru dan menimbulkan peradangan, terutama pada individu yang sudah memiliki kondisi medis seperti asma atau penyakit jantung. Paparan jangka panjang terhadap debu vulkanik telah dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan pernapasan kronis.

Kondisi seperti bronkitis, emfisema, dan bahkan fibrosis paru dapat muncul akibat paparan berulang terhadap abu vulkanik. Sistem imun juga dapat terganggu karena partikel halus tersebut mengandung senyawa kimia aktif yang dapat menimbulkan reaksi inflamasi di saluran pernapasan. Orang-orang yang tinggal di sekitar kawasan vulkanik, terutama dalam radius 10 kilometer dari puncak gunung, berisiko tinggi mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, dan iritasi mata.

Dalam kondisi tertentu, abu vulkanik juga dapat menyebabkan gangguan kardiovaskular. Studi menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi partikel halus di udara setelah letusan vulkanik berkorelasi dengan lonjakan kasus stroke dan serangan jantung. Hal ini diduga disebabkan oleh respons peradangan sistemik yang dipicu oleh partikel mikro yang masuk ke aliran darah melalui paru-paru.

Pemerintah dan lembaga kesehatan menyarankan masyarakat untuk menggunakan masker N95 saat berada di luar ruangan selama erupsi, menghindari aktivitas fisik berat, serta menjaga kebersihan rumah dengan menutup ventilasi dan membersihkan permukaan secara rutin. Upaya ini penting untuk meminimalkan paparan dan melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

Tujuan utama dari peringatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko kesehatan akibat abu vulkanik. Dengan langkah pencegahan yang tepat, dampak negatif terhadap kesehatan bisa diminimalkan. Kesiapan dan edukasi menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana alam yang melibatkan aktivitas vulkanik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya