Bahaya Abu Vulkanik dan Cara Bersihkan Secara Aman
Abu vulkanik berbahaya bagi kesehatan karena mengandung silika tajam yang bisa merusak mata, kulit, dan saluran napas; pembersihan segera dengan air dan pencegahan paparan penting untuk menghindari komplikasi.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 11.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Abu vulkanik yang berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan manusia, terutama karena komposisinya yang mengandung silika tajam seperti serpihan kaca. Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia menegaskan bahwa paparan langsung pada kulit, mata, atau saluran pernapasan dapat menyebabkan iritasi parah, termasuk rasa terbakar, kemerahan, berair, dan sensitivitas terhadap cahaya. Iritasi tersebut dapat berkembang menjadi kondisi lebih serius seperti konjungtivitis atau luka goresan pada permukaan mata.
Pada sistem pernapasan, abu vulkanik dapat memicu batuk kering, pilek, dan sesak napas, terutama pada individu dengan riwayat asma atau bronkitis kronis. Paparan berat bahkan bisa menimbulkan nyeri dada dan memperburuk kondisi pernapasan. Dalam kondisi tertentu, abu vulkanik yang baru keluar dari gunung dapat bersifat asam, sehingga menambah tingkat iritasi pada paru-paru dan mata sebelum dihanyutkan oleh hujan.
Untuk mengurangi risiko, dianjurkan segera membersihkan tubuh dengan air bersih, tanpa menggosok atau mengibas pakaian yang terkena abu agar tidak menyebar lebih luas. Tutup rapat jendela dan pintu rumah untuk mencegah masuknya partikel vulkanik ke dalam ruangan. Saat harus keluar, gunakan pakaian menutupi seluruh tubuh dan masker N95 yang mampu menutup mulut serta hidung secara rapat. Perlindungan mata dengan kacamata juga wajib untuk mencegah iritasi.
Jika muncul gejala seperti sesak napas, nyeri dada, atau gangguan pada mata, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah tanpa panik, karena reaksi emosional berlebihan justru dapat menghambat respons yang efektif. Aktivitas berat harus dihindari saat abu vulkanik masih tinggi di udara, agar tidak menarik partikel lebih dalam ke paru-paru.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


