Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bahaya Abu Vulkanik dan Cara Bersihkan Secara Aman

Abu vulkanik berbahaya bagi kesehatan karena mengandung silika tajam yang bisa merusak mata, kulit, dan saluran napas; pembersihan segera dengan air dan pencegahan paparan penting untuk menghindari komplikasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 11.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bahaya Abu Vulkanik dan Cara Bersihkan Secara Aman
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Abu vulkanik yang berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan manusia, terutama karena komposisinya yang mengandung silika tajam seperti serpihan kaca. Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia menegaskan bahwa paparan langsung pada kulit, mata, atau saluran pernapasan dapat menyebabkan iritasi parah, termasuk rasa terbakar, kemerahan, berair, dan sensitivitas terhadap cahaya. Iritasi tersebut dapat berkembang menjadi kondisi lebih serius seperti konjungtivitis atau luka goresan pada permukaan mata.

Pada sistem pernapasan, abu vulkanik dapat memicu batuk kering, pilek, dan sesak napas, terutama pada individu dengan riwayat asma atau bronkitis kronis. Paparan berat bahkan bisa menimbulkan nyeri dada dan memperburuk kondisi pernapasan. Dalam kondisi tertentu, abu vulkanik yang baru keluar dari gunung dapat bersifat asam, sehingga menambah tingkat iritasi pada paru-paru dan mata sebelum dihanyutkan oleh hujan.

Untuk mengurangi risiko, dianjurkan segera membersihkan tubuh dengan air bersih, tanpa menggosok atau mengibas pakaian yang terkena abu agar tidak menyebar lebih luas. Tutup rapat jendela dan pintu rumah untuk mencegah masuknya partikel vulkanik ke dalam ruangan. Saat harus keluar, gunakan pakaian menutupi seluruh tubuh dan masker N95 yang mampu menutup mulut serta hidung secara rapat. Perlindungan mata dengan kacamata juga wajib untuk mencegah iritasi.

Jika muncul gejala seperti sesak napas, nyeri dada, atau gangguan pada mata, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah tanpa panik, karena reaksi emosional berlebihan justru dapat menghambat respons yang efektif. Aktivitas berat harus dihindari saat abu vulkanik masih tinggi di udara, agar tidak menarik partikel lebih dalam ke paru-paru.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya