Bahlil Godok Kebijakan Batasi Pertalite untuk Desil 9-10
Pemerintah masih menyusun mekanisme pembatasan pembelian Pertalite bagi masyarakat desil 9 dan 10, dengan dukungan Pertamina dan penyesuaian data kebutuhan subsidi.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 12.05 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 94x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa kebijakan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite bagi warga kategori desil 9 dan 10 masih dalam tahap pengkajian mendalam. Ia menegaskan bahwa rencana tersebut belum final, dan mekanisme pelaksanaannya baru akan ditentukan jika keputusan akhir telah matang. Proses ini dilakukan sebagai bagian dari upaya optimalisasi distribusi subsidi energi agar tepat sasaran dan efisien.
Pertamina Patra Niaga menyatakan siap mendukung kebijakan tersebut sekaligus menegaskan kesiapannya dalam menyalurkan BBM bersubsidi sesuai arahan pemerintah. Perusahaan menyebut bahwa langkah-langkah teknis dan operasional akan segera disiapkan jika kebijakan resmi dikeluarkan. Koordinasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPH Migas) serta instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan distribusi yang berjalan lancar.
Pengkajian ini muncul menyusul temuan adanya ketidaksesuaian antara data penerima subsidi dengan realitas ekonomi masyarakat. Beberapa warga mengeluhkan masuknya mereka ke dalam kategori desil 9 dan 10 meskipun kondisi keuangan mereka tidak sesuai dengan kriteria kemiskinan yang ditetapkan. Hal ini memicu kebutuhan untuk melakukan pembaruan data kebutuhan dan kriteria penerima subsidi, termasuk penyempurnaan data DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional).
Pemerintah kini tengah memperbaiki akurasi data melalui kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), dengan anggaran yang telah dialokasikan untuk mendukung proses tersebut. Kementerian Keuangan sebelumnya menyampaikan bahwa pembaruan data ini penting untuk mencegah kesalahan dalam penyaluran subsidi, serta menghindari potensi penyalahgunaan program.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

