Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BAIC Tunda Pabrik Sendiri di Indonesia

BAIC Indonesia menunda pembangunan pabrik sendiri, dengan fokus pada perakitan lokal dan peningkatan investasi di fasilitas bersama, sambil menunggu kenaikan permintaan pasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 01.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BAIC Tunda Pabrik Sendiri di Indonesia
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan otomotif asal Tiongkok, BAIC, mengonfirmasi belum memiliki rencana konkretnya untuk membangun pabrik mandiri di Indonesia dalam waktu dekat. Keputusan tersebut dipengaruhi oleh dinamika permintaan pasar domestik, yang masih menjadi acuan utama dalam perencanaan ekspansi produksi. Menurut Dhany Yahya, COO JIO Distribusi Indonesia, keberadaan fasilitas produksi sendiri akan dipertimbangkan secara bertahap, tergantung pada capaian volume penjualan secara konsisten.

Saat ini, seluruh model BAIC yang dipasarkan di Tanah Air dirakit secara lokal melalui kemitraan dengan PT Handal Indonesia Motor (HIM). Proses perakitan ini telah diterapkan untuk semua varian kendaraan, kecuali mobil listrik T1 yang masih diimpor utuh dari Tiongkok. Rencana perakitan lokal untuk T1 dijadwalkan dilakukan pada Desember 2025 atau Januari 2026, sebagai bagian dari strategi transformasi produksi jangka menengah.

BAIC menegaskan bahwa kehadiran mereka di fasilitas HIM bukan sekadar perakitan tanpa kontribusi. Perusahaan terus melakukan peningkatan investasi untuk mendukung kapasitas produksi, termasuk dalam pengembangan fasilitas perakitan baterai. Investasi ini menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap infrastruktur lokal, meski belum mencapai tahap pembangunan pabrik sendiri.

Dhany menegaskan bahwa pembangunan pabrik sendiri masih jauh dari realisasi, karena belum ada kepastian waktu. Rencana tersebut akan dievaluasi secara berkala, dengan patokan utama pada pertumbuhan pasar. Sebelumnya, BAIC menyatakan bahwa potensi pembangunan pabrik baru akan terbuka jika penjualan tahunan mencapai antara 8.000 hingga 10.000 unit, sebagai indikator kesiapan pasar dan skala produksi yang layak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya