BAIC Tunda Pabrik Sendiri di Indonesia
BAIC Indonesia menunda pembangunan pabrik sendiri, dengan fokus pada perakitan lokal dan peningkatan investasi di fasilitas bersama, sambil menunggu kenaikan permintaan pasar.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 01.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan otomotif asal Tiongkok, BAIC, mengonfirmasi belum memiliki rencana konkretnya untuk membangun pabrik mandiri di Indonesia dalam waktu dekat. Keputusan tersebut dipengaruhi oleh dinamika permintaan pasar domestik, yang masih menjadi acuan utama dalam perencanaan ekspansi produksi. Menurut Dhany Yahya, COO JIO Distribusi Indonesia, keberadaan fasilitas produksi sendiri akan dipertimbangkan secara bertahap, tergantung pada capaian volume penjualan secara konsisten.
Saat ini, seluruh model BAIC yang dipasarkan di Tanah Air dirakit secara lokal melalui kemitraan dengan PT Handal Indonesia Motor (HIM). Proses perakitan ini telah diterapkan untuk semua varian kendaraan, kecuali mobil listrik T1 yang masih diimpor utuh dari Tiongkok. Rencana perakitan lokal untuk T1 dijadwalkan dilakukan pada Desember 2025 atau Januari 2026, sebagai bagian dari strategi transformasi produksi jangka menengah.
BAIC menegaskan bahwa kehadiran mereka di fasilitas HIM bukan sekadar perakitan tanpa kontribusi. Perusahaan terus melakukan peningkatan investasi untuk mendukung kapasitas produksi, termasuk dalam pengembangan fasilitas perakitan baterai. Investasi ini menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap infrastruktur lokal, meski belum mencapai tahap pembangunan pabrik sendiri.
Dhany menegaskan bahwa pembangunan pabrik sendiri masih jauh dari realisasi, karena belum ada kepastian waktu. Rencana tersebut akan dievaluasi secara berkala, dengan patokan utama pada pertumbuhan pasar. Sebelumnya, BAIC menyatakan bahwa potensi pembangunan pabrik baru akan terbuka jika penjualan tahunan mencapai antara 8.000 hingga 10.000 unit, sebagai indikator kesiapan pasar dan skala produksi yang layak.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

