Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bandara di Sulawesi Tenggara Siapkan Evakuasi Darurat Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Lima bandara di Sulawesi Tenggara mulai mempersiapkan skenario evakuasi darurat menyusul aktivitas vulkanik intensif di Gunung Anak Krakatau.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bandara di Sulawesi Tenggara Siapkan Evakuasi Darurat Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
Foto: Foto lokal iNarasikita

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah daerah dan otoritas penerbangan di Sulawesi Tenggara telah mengaktifkan rencana darurat terkait potensi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan. Lima bandara utama di wilayah tersebut kini memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau pergerakan abu vulkanik dan perubahan kondisi atmosfer secara real time.

Kesiapan ini menindaklanjuti peringatan dini yang dikeluarkan oleh lembaga ilmiah terkait meningkatnya aktivitas vulkanik sejak pekan lalu. Dalam rapat koordinasi terakhir, pihak pengelola bandara menyepakati peninjauan ulang prosedur keselamatan penerbangan, termasuk penutupan sementara jalur penerbangan jika abu vulkanik mencapai ketinggian tertentu.

Sejumlah rute penerbangan domestik yang melintasi wilayah sekitar Selat Sunda telah dimonitor ketat. Beberapa penerbangan komersial dari dan ke Makassar, Kendari, dan Bau-Bau telah mengalami penundaan atau perubahan rute sebagai langkah preventif. Otoritas bandara menegaskan bahwa keputusan penutupan atau pengalihan tidak akan diambil secara sepihak, melainkan berdasarkan rekomendasi resmi dari BMKG.

Tujuan utama dari kesiapan ini adalah menjamin keselamatan penumpang dan awak pesawat. Seluruh petugas operasional telah menjalani simulasi respons darurat, sementara sistem komunikasi darurat juga diperkuat untuk memastikan informasi dapat disebarkan secara cepat dan akurat ke publik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya