Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bandara Halim Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Bandara Halim Perdanakusuma ditutup sementara mulai pukul 07.20 WIB hingga pukul 10.00 WIB karena sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 11.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bandara Halim Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, resmi menghentikan operasional sementara mulai pukul 07.20 WIB pada Minggu (6/9), menyusul penyebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan ini berdasarkan pemberitahuan resmi melalui NOTAM nomor A3345/26 yang dikeluarkan oleh otoritas penerbangan. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk menjamin keselamatan penerbangan.

Estimasi pembukaan kembali operasional bandara ditetapkan pada pukul 10.00 WIB, sesuai dengan perkiraan kondisi atmosfer yang memungkinkan penerbangan kembali aman. Keterangan ini dikonfirmasi oleh General Manager Operasional Halim Perdanakusuma, Kolonel Pnb Ali Sudibyo, yang menyatakan bahwa penutupan bersifat sementara dan berlaku hingga kondisi abu vulkanik menurun.

Selain Halim, empat bandara lainnya juga mengalami penutupan sementara akibat dampak serupa, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Raden Inten II di Lampung, dan Bandara Budiarto Curug. Penutupan ini merupakan bagian dari upaya koordinasi menyeluruh antara otoritas penerbangan dan instansi terkait untuk menghindari risiko pada penerbangan komersial dan kemanan penerbangan umum.

AirNav Indonesia mengonfirmasi bahwa penutupan Bandara Halim berlaku hingga pukul 10.00 WIB, sesuai dengan NOTAMN yang dikeluarkan. Penutupan ini menunjukkan pentingnya pemantauan kondisi geologis dan atmosferik terhadap aktivitas vulkanik gunung berapi di wilayah Indonesia, khususnya yang berpotensi memengaruhi lalu lintas udara nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya