Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bandara Tertutup Akibat Abu Vulkanik, Pemerintah Siapkan Alternatif Transportasi

Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu penutupan sejumlah bandara, menyebabkan penerbangan dibatalkan dan masyarakat diarahkan ke moda transportasi alternatif seperti kereta, bus, kapal laut, serta bandara cadangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 15.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bandara Tertutup Akibat Abu Vulkanik, Pemerintah Siapkan Alternatif Transportasi
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gangguan besar terjadi pada layanan penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Sejumlah bandara pun secara resmi ditutup sementara untuk mencegah risiko yang membahayakan keselamatan penerbangan. Dalam kondisi ini, pemerintah memastikan tersedia berbagai skema perpindahan moda transportasi guna meminimalkan dampak terhadap mobilitas masyarakat.

Kementerian Perhubungan telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif, termasuk peningkatan frekuensi kereta api dari Surabaya ke Jakarta sebagai alternatif utama bagi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan. Selain itu, layanan gratis berupa bus dan kereta juga disediakan bagi penumpang yang dialihkan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju bandara cadangan. Pilihan ini dimaksudkan untuk menjamin kelancaran perjalanan tanpa memperpanjang waktu tunggu.

Untuk rute antar-pulau, transportasi laut menjadi opsi yang diaktifkan secara optimal. Penyeberangan melalui Selat Sunda, khususnya dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni, diperkuat sebagai jalur alternatif bagi pengguna yang berpindah antara Pulau Jawa dan Sumatra. Sementara itu, sejumlah bandara cadangan seperti Kertajati, Ahmad Yani, Juanda, Yogyakarta International Airport, dan Adi Soemarmo disiapkan beroperasi 24 jam untuk menampung penerbangan yang dialihkan.

Meski perjalanan melalui moda darat dan laut memerlukan waktu lebih lama dibanding penerbangan, opsi ini dinilai lebih stabil dan ekonomis, terutama saat harga tiket pesawat melonjak akibat kenaikan permintaan. Pemerintah tetap mengingatkan masyarakat untuk memeriksa jadwal dan kondisi operasional sebelum berpergian, mengingat situasi abu vulkanik masih dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan perjalanan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya