Bandara Tertutup Akibat Abu Vulkanik, Pemerintah Siapkan Alternatif Transportasi
Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu penutupan sejumlah bandara, menyebabkan penerbangan dibatalkan dan masyarakat diarahkan ke moda transportasi alternatif seperti kereta, bus, kapal laut, serta bandara cadangan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 15.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Gangguan besar terjadi pada layanan penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Sejumlah bandara pun secara resmi ditutup sementara untuk mencegah risiko yang membahayakan keselamatan penerbangan. Dalam kondisi ini, pemerintah memastikan tersedia berbagai skema perpindahan moda transportasi guna meminimalkan dampak terhadap mobilitas masyarakat.
Kementerian Perhubungan telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif, termasuk peningkatan frekuensi kereta api dari Surabaya ke Jakarta sebagai alternatif utama bagi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan. Selain itu, layanan gratis berupa bus dan kereta juga disediakan bagi penumpang yang dialihkan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju bandara cadangan. Pilihan ini dimaksudkan untuk menjamin kelancaran perjalanan tanpa memperpanjang waktu tunggu.
Untuk rute antar-pulau, transportasi laut menjadi opsi yang diaktifkan secara optimal. Penyeberangan melalui Selat Sunda, khususnya dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni, diperkuat sebagai jalur alternatif bagi pengguna yang berpindah antara Pulau Jawa dan Sumatra. Sementara itu, sejumlah bandara cadangan seperti Kertajati, Ahmad Yani, Juanda, Yogyakarta International Airport, dan Adi Soemarmo disiapkan beroperasi 24 jam untuk menampung penerbangan yang dialihkan.
Meski perjalanan melalui moda darat dan laut memerlukan waktu lebih lama dibanding penerbangan, opsi ini dinilai lebih stabil dan ekonomis, terutama saat harga tiket pesawat melonjak akibat kenaikan permintaan. Pemerintah tetap mengingatkan masyarakat untuk memeriksa jadwal dan kondisi operasional sebelum berpergian, mengingat situasi abu vulkanik masih dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan perjalanan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


