Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Banjir Bandang Ancam Fujian dan Zhejiang Akibat Topan Saudel

Topan Saudel kembali melanda Fujian untuk ketiga kalinya, picu peringatan banjir bandang dan evakuasi massal, sementara lebih dari 2.500 guru dan siswa terjebak di Wenzhou akibat banjir ekstrem.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 16.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Banjir Bandang Ancam Fujian dan Zhejiang Akibat Topan Saudel
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Topan Saudel kembali menghantam wilayah tenggara Tiongkok, khususnya Provinsi Fujian, setelah menguat di Laut China Selatan dan mendarat kembali di kota Zhangzhou. Dalam pergerakannya, sistem cuaca tersebut memicu hujan deras yang berdampak luas, memicu peringatan banjir bandang di seluruh wilayah provinsi tersebut. Otoritas setempat segera menyiagakan tim penanganan darurat untuk mengantisipasi kerusakan dan mengevakuasi warga dari daerah rawan.

Di Kabupaten Minhou, Fuzhou, petugas penyelamat terlihat menggunakan perahu untuk menyelamatkan warga, termasuk anak-anak, dari rumah-rumah yang terendam. Jalan-jalan utama terendam air hingga menutupi kendaraan, sementara infrastruktur publik mengalami tekanan ekstrem. Situasi darurat juga melanda kota Wenzhou di Provinsi Zhejiang, di mana lebih dari 2.500 guru dan siswa terjebak di area sekolah akibat banjir bandang yang melanda kawasan dataran rendah.

Badai yang membawa curah hujan ekstrem ini diperkirakan akan bergerak ke arah barat, menyeberangi provinsi Guangdong dalam beberapa hari ke depan. Badan meteorologi setempat memperingatkan bahwa kondisi cuaca akan memburuk dalam 24 jam mendatang, dengan risiko longsor dan banjir meluas di wilayah perbukitan dan dataran rendah.

Upaya evakuasi terus dilakukan secara masif, dengan bantuan perahu karet, truk pengangkut, dan pasukan khusus dari kepolisian serta militer. Pemerintah daerah juga membuka posko darurat untuk menampung warga yang terdampak. Tujuan utama dari semua langkah ini adalah memastikan keselamatan jiwa dan mengurangi kerugian materi, sambil mempersiapkan respons jangka panjang jika kondisi cuaca tetap tidak menentu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya