Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Banjir Bandang di Grand Canyon Tewaskan Satu Orang, 15 Hilang

Satu orang tewas dan 15 lainnya masih hilang akibat banjir bandang yang menerjang Grand Canyon, Arizona, setelah hujan deras akibat badai monsun melanda wilayah tersebut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 04.51 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Banjir Bandang di Grand Canyon Tewaskan Satu Orang, 15 Hilang📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peristiwa banjir bandang yang melanda wilayah Grand Canyon, Arizona, pada Sabtu (29/8) menyebabkan satu korban tewas dan 15 orang lainnya masih hilang hingga saat ini. Kejadian tersebut terjadi akibat intensitas hujan tinggi akibat badai monsun yang menyebabkan aliran Bright Angel Creek meluap secara tiba-tiba, menghantam lembah Bright Angel Canyon dengan kekuatan besar. Arus deras terlihat membawa material batuan, kayu, dan puing struktur, menimbulkan kerusakan signifikan di sepanjang jalur pendakian dan area perkemahan.

Petugas penyelamat telah mengevakuasi sebanyak 62 orang dari lokasi rawan, sebagian besar dari area yang terdampak langsung. Tim operasi pencarian masih aktif melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dan daerah terjal, dengan fokus pada kemungkinan adanya korban yang terjebak di tempat tersembunyi atau terbawa arus. Kondisi cuaca yang tidak menentu dan medan berbatu mempersulit upaya pencarian, sehingga operasi masih berlangsung dengan hati-hati.

Pihak otoritas setempat menekankan pentingnya kewaspadaan bagi pendaki dan pengunjung yang berencana berkunjung ke area rawan banjir, terutama saat musim hujan tiba. Sistem peringatan dini telah diperkuat untuk meminimalkan risiko serupa di masa depan. Mereka juga mengingatkan bahwa kondisi alam di Grand Canyon sangat dinamis, dan cuaca ekstrem dapat berubah dalam hitungan menit.

Korban tewas ditemukan di dekat area jalur pendakian utama, sementara sejumlah orang yang belum ditemukan diduga terbawa arus ke arah hilir. Tim penyelamat terus bekerja sama dengan petugas darurat dan lembaga kemanusiaan untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat. Upaya pencarian diprioritaskan pada area dengan potensi tinggi ditemukannya korban hidup.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya