Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun

Bank Mandiri menyalurkan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp6,16 triliun, mencerminkan kinerja keuangan solid dan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Mandiri resmi membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham, menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap stabilitas dan pertumbuhan bisnis jangka panjang. Keputusan ini telah disetujui oleh Dewan Komisaris berdasarkan rekomendasi Direksi dan disampaikan melalui pengumuman resmi di Bursa Efek Indonesia pada 4 September 2026. Pembagian dividen ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan modal yang seimbang antara kesehatan keuangan dan komitmen terhadap pemegang saham.

Total pembayaran dividen yang dilakukan sepanjang tahun 2026 mencapai sekitar Rp50,63 triliun, terdiri dari dividen tahun buku 2025 senilai Rp44,47 triliun dan dividen interim 2026 sebesar Rp6,16 triliun. Direktur Finance & Strategy Novita Widya Anggraini menegaskan bahwa pembagian dividen dilakukan tanpa mengorbankan kebutuhan ekspansi bisnis, karena tetap memperhatikan rasio keuangan, kecukupan modal, dan likuiditas perusahaan. Keputusan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kepercayaan yang diberikan oleh para pemegang saham, termasuk investor ritel.

Kinerja operasional Bank Mandiri hingga Agustus 2026 menunjukkan tren positif, terutama dalam penyaluran kredit yang mencapai Rp1.592 triliun, tumbuh 17,6% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sejalan dengan naiknya dana pihak ketiga (DPK) sebesar 17,6% yoy menjadi Rp1.687 triliun. Total aset perusahaan pada bulan tersebut mencapai Rp2.358 triliun, naik 20,7% dari tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan juga meningkat signifikan, mencapai Rp37,5 triliun, tumbuh 22,3% secara tahunan.

Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross berada pada level 1,00%, menunjukkan kontrol risiko yang kuat. Novita menegaskan bahwa pembagian dividen interim tidak mengganggu kelangsungan operasional atau kestabilan keuangan perseroan. Perusahaan menegaskan bahwa semua kebijakan dividen diambil secara bijak dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan kebutuhan pertumbuhan di sektor produktif serta kepentingan jangka panjang pemegang saham.

Jadwal pembagian dividen telah ditetapkan secara rinci. Cum dividend di Pasar Reguler dan Negosiasi berlangsung pada 15 September 2026, sementara ex dividend pada 16 September. Untuk Pasar Tunai, cum dividend ditetapkan pada 17 September dan ex dividend pada 18 September. Recording date ditetapkan pada 17 September, dengan pembayaran dividen dilakukan pada 2 Oktober 2026. Seluruh proses berjalan sesuai ketentuan, tanpa dampak material terhadap operasional atau kondisi keuangan perusahaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya