Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bantuan Beras 30 Kg Dilanjutkan hingga Desember

Pemerintah memperpanjang bantuan beras 30 kg per keluarga hingga Desember sebagai respons terhadap dampak El Nino dan menjaga stabilitas harga pangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bantuan Beras 30 Kg Dilanjutkan hingga Desember
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah memutuskan melanjutkan program bantuan beras sebanyak 30 kilogram per keluarga hingga akhir tahun ini, menyusul arahan Presiden untuk memperkuat perlindungan sosial di tengah tekanan musim kemarau yang dipicu fenomena El Nino. Menteri Koordinator Perekonomian menyampaikan kebijakan ini sebagai bagian dari strategi antisipasi kenaikan harga pangan dan memastikan akses pangan masyarakat tetap terjaga. Penyaluran dilanjutkan mulai Oktober hingga Desember, menyesuaikan dengan kondisi musim yang diperkirakan masih menantang hingga akhir tahun.

Langkah ini disertai kebijakan pemantapan distribusi, di mana bantuan akan disalurkan sekaligus kepada penerima manfaat, bukan secara bertahap per bulan. Pemerintah menargetkan sekitar 33 juta orang dari desil 1 hingga desil 4 menerima bantuan dalam bentuk beras 30 kg secara langsung. Tujuannya adalah mempercepat perputaran uang di pasar lokal dan mendorong stabilitas harga beras di tingkat konsumen.

Berdasarkan perhitungan, total volume beras yang akan disalurkan mencapai sekitar 900 ribu ton, mendekati angka satu juta ton. Badan Urusan Logistik (Bulog) ditugaskan untuk menyelesaikan penyaluran dalam waktu sebulan agar dampak ekonomi langsung dirasakan masyarakat. Kebijakan serupa juga diterapkan untuk jagung, dengan alokasi 150 ribu ton disalurkan melalui Sistem Pasokan Harga Pangan (SPHP) untuk mendukung peternak usaha mikro, kecil, dan menengah.

Penyaluran jagung ini ditujukan khusus untuk peternak menengah ke bawah, bukan untuk industri pakan besar. Tujuannya adalah mengantisipasi potensi penurunan produksi ternak akibat keterbatasan pakan selama musim kering. Dengan penyaluran dini, pemerintah berharap harga jagung tidak melonjak signifikan dan kebutuhan pakan ternak tetap terpenuhi, menjaga kelancaran rantai pasok pangan hewani.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya