Bawaslu Soroti E-Voting: Jerman Hentikan karena Tak Bisa Diawasi Publik
Bawaslu menekankan kekhawatiran terhadap penerapan e-voting di Indonesia, menyoroti penolakan sistem itu di Jerman yang dinilai tak memungkinkan pengawasan publik menyeluruh.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 08.45 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Anggota Bawaslu Totok Hariyono menyampaikan kekhawatiran terhadap wacana penerapan e-voting dalam pemilu nasional, dengan menyoroti keputusan Mahkamah Konstitusi Jerman yang pada 2009 menyatakan sistem tersebut tidak sesuai konstitusi. Menurutnya, alasan utama penghentian e-voting di negara itu adalah ketidakmampuan masyarakat umum, termasuk yang tidak berlatar belakang teknologi, untuk memantau proses pemungutan suara secara transparan.
Ia menekankan bahwa inti dari demokrasi adalah partisipasi dan kontrol publik atas proses pemilu. Dengan e-voting, ia mempertanyakan sejauh mana masyarakat awam bisa memahami dan memverifikasi sistem yang kompleks dan berbasis digital. Menurutnya, pertanyaan krusial yang perlu dijawab adalah apakah Indonesia saat ini sudah siap secara infrastruktur, regulasi, dan budaya pengawasan untuk menerapkan sistem yang begitu sensitif terhadap integritas.
Lolly Suhendi, anggota Bawaslu lainnya, menambahkan bahwa penerapan e-voting harus didasarkan pada kajian menyeluruh, terutama mengingat kondisi geografis Indonesia yang sangat beragam. Ia menyarankan pendekatan bertahap dan selektif, bukan penerapan massal sekaligus. Menurutnya, teknologi dalam pemilu seharusnya memudahkan, bukan justru menciptakan hambatan baru bagi pemilih, terutama di daerah terpencil atau minim akses digital.
Bawaslu saat ini tengah menyusun substansi usulan perubahan dalam revisi UU Pemilu, termasuk kemungkinan membahas e-voting sebagai salah satu isu krusial. Proses ini berjalan paralel dengan pemantauan perkembangan isu-isu terkait digitalisasi pemilu, dengan harapan mampu memberikan masukan yang berbasis data dan pertimbangan keberlanjutan.
Di sisi lain, anggota KPU Betty Epsilon Idroos menyebut e-voting sebagai solusi potensial atas berbagai tantangan pemilu, seperti biaya logistik tinggi, kesalahan manual dalam penghitungan, serta keterbatasan akses bagi pemilih di luar negeri dan penyandang disabilitas. Ia menegaskan bahwa kajian e-voting tidak hanya soal teknologi, tetapi juga keamanan siber, kesiapan regulasi, serta kepercayaan publik terhadap sistem.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
<Game Call of Duty menggambarkan invasi Korea Utara ke Korea Selatan, yang secara historis pernah terjadi dan kini kembali menjadi perhatian akibat perubahan sikap Pyongyang.>
24 Oktober 2026

Champi Masuki Wilayah China Setelah Guyur Taiwan dan Jepang
Topan Champi melanda China setelah merusak Taiwan dan pulau selatan Jepang, menyebabkan evakuasi massal, pemadaman listrik, dan pembatalan ratusan penerbangan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

