Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bayan Jamin Operasional Normal PascaTransaksi Saham 30 Persen

PT Bayan Resources memastikan aktivitas operasional dan kinerja keuangan tetap stabil pasca penjualan 30 persen saham ke PT Jhonlin Baratama, dengan manajemen tetap di tangan Low Tuck Kwong.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 23.26 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 16x dibuka
Bayan Jamin Operasional Normal PascaTransaksi Saham 30 Persen📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan tambang PT Bayan Resources Tbk menegaskan tidak terjadi gangguan signifikan terhadap operasional dan kinerja keuangan setelah transaksi penjualan 30 persen saham kepada PT Jhonlin Baratama. Penjelasan ini disampaikan sebagai respons atas permintaan klarifikasi dari Bursa Efek Indonesia, yang dituangkan dalam surat resmi pada 25 September 2026. Manajemen menegaskan bahwa seluruh aktivitas usaha, termasuk anak perusahaan, tetap berjalan sesuai rencana, tanpa pengaruh material dari perubahan kepemilikan saham tersebut.

Kegiatan pertambangan di tiga anak usaha, yakni PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima, sempat terhenti sementara karena belum mendapatkan persetujuan RKAB 2026. Namun, setelah persetujuan perubahan RKAB diterbitkan pada 23 September 2026, operasional kembali berjalan normal. Bayan menyatakan bahwa perubahan tersebut tidak berkaitan dengan transaksi saham, melainkan bagian dari proses perencanaan produksi tahunan yang telah disetujui oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dalam pernyataan resminya, manajemen menekankan bahwa pendapatan dan laba rugi perusahaan tetap dipengaruhi oleh faktor-faktor operasional utama seperti volume produksi, harga jual batu bara, biaya operasional, serta dinamika pasar eksternal. Perusahaan juga memastikan likuiditas tetap terjaga dan manajemen aset serta kewajiban tetap dikelola secara optimal untuk mendukung kelancaran aktivitas bisnis.

Pembelian saham oleh PT Jhonlin Baratama mencakup 10 miliar 500 juta saham, setara dengan 30 persen dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Meski demikian, Low Tuck Kwong tetap menjadi pemegang saham dominan dengan kepemilikan sebesar 20,853 persen, sementara Elaine Low memiliki 11,399 persen. Transaksi ini tidak mengubah struktur pengendalian atau pengelolaan strategis perusahaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya