Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BEI Bantah Aturan Harga Saham Rp1 Picu Penurunan IHSG

BEI menegaskan tidak ada kaitan antara penghapusan batas harga minimum Rp50 dan penurunan IHSG, dengan pergerakan pasar dinilai stabil dan respons investor positif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 23.26 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 16x dibuka
BEI Bantah Aturan Harga Saham Rp1 Picu Penurunan IHSG📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) membantah anggapan bahwa pemberlakuan harga saham minimum Rp1 di pasar reguler dan tunai menjadi penyebab melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Senin, 28 September. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa kebijakan penghapusan batas bawah harga saham Rp50 tidak berdampak signifikan terhadap pergerakan indeks, dan seluruh aktivitas perdagangan berjalan lancar tanpa gangguan teknis.

Jeffrey menekankan bahwa saham-saham yang sebelumnya terkunci di level Rp50 memiliki bobot pasar yang relatif kecil terhadap pergerakan IHSG. Ia menjelaskan bahwa penurunan harga saham di bawah angka tersebut bukan faktor utama yang menekan indeks, melainkan bagian dari proses penyesuaian nilai wajar atau fair value. Banyak saham tersebut sebelumnya tidak aktif bertransaksi selama bertahun-tahun, sehingga kini sedang menemukan keseimbangan baru melalui mekanisme auto rejection.

Menurut data BEI hingga pukul 14.30 WIB, terdapat 69 saham yang diperdagangkan di bawah Rp50 di pasar reguler. Jumlah ini mencakup sekitar 20 saham lama yang sebelumnya dihargai Rp50 serta saham-saham dari papan pemantauan khusus yang mulai bertransaksi di bawah batas tersebut. Proses penyesuaian ini, menurut Jeffrey, memang membutuhkan waktu karena melibatkan dinamika pasar dan keputusan kolektif investor.

IHSG pada penutupan perdagangan Senin berada di level 6.147, turun 94,03 poin atau 1,51 persen dibandingkan hari sebelumnya. Volume perdagangan mencapai 37,24 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp12,56 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, 180 saham menguat, 532 terkoreksi, dan 81 saham stagnan, menunjukkan dominasi tekanan jual di pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya