Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penghapusan Harga Minimum Picu Volatilitas Awal di IHSG

IHSG melemah 1,51% pada hari pertama penerapan penghapusan batas harga minimum Rp50, dengan BEI menyatakan proses penyesuaian harga masih berlangsung secara bertahap.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 23.04 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 12x dibuka
Penghapusan Harga Minimum Picu Volatilitas Awal di IHSG📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada hari pertama pelaksanaan kebijakan penghapusan batas harga minimum saham Rp50, berakhir di level 6.147 pada Senin (28/9/2026), melemah 1,51% dari posisi sebelumnya. Penurunan ini terjadi seiring pergerakan pasar yang menyesuaikan diri terhadap dinamika harga saham yang sebelumnya terkunci di level Rp50 selama bertahun-tahun tanpa transaksi aktif.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa fluktuasi tersebut merupakan respons alami terhadap proses penemuan harga wajar (fair value) bagi saham-saham yang sebelumnya tidak bergerak karena kenaikan batas harga minimum. Menurutnya, banyak emiten yang sebelumnya stagnan di Rp50 kini mulai menyesuaikan nilai pasar berdasarkan kondisi fundamental dan permintaan pasar.

Proses penyesuaian ini, menurut Jeffrey, tidak berlangsung secara instan. Pasar masih dalam fase pencarian keseimbangan, dengan batas penurunan harian yang diatur melalui mekanisme Auto Rejection Bawah (ARB) sebesar 15%. Selain itu, jumlah pesanan jual yang masih menumpuk di level Rp50 juga turut memperpanjang waktu penyesuaian harga hingga mencapai titik keseimbangan yang lebih realistis.

BEI menegaskan bahwa langkah penghapusan harga minimum bertujuan untuk memperkuat likuiditas dan efisiensi pasar, serta memungkinkan harga saham mencerminkan nilai sebenarnya secara dinamis. Meski terjadi volatilitas awal, pihaknya tetap memastikan proses berjalan dalam kerangka regulasi yang ketat dan transparan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya