Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bedah Robotik Urologi di Jakarta Selatan Dukung Penanganan Kasus Kompleks

Mayapada Hospital Jakarta Selatan berhasil melaksanakan bedah robotik urologi bersama ahli India, menangani dua kasus kanker prostat dan kista ginjal besar dengan teknologi da Vinci Xi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 23.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bedah Robotik Urologi di Jakarta Selatan Dukung Penanganan Kasus Kompleks
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada 26–27 Agustus 2026, Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) melaksanakan prosedur bedah robotik urologi dalam kerangka kolaborasi proctorship dengan Apollo Hospitals India. Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan keempat dari program alih pengetahuan bersama pakar internasional, yang menekankan penguatan kapabilitas klinis melalui sinergi teknologi dan keahlian dokter. Dalam pelaksanaannya, tim medis MHJS, dipimpin dr. Syamsu Hudaya, Sp.U, Subsp.Onk(K), FICRS, dan dr. Stevano Lucianto Hotasi Sipahutar, Sp.U, FICRS, bekerja sama dengan Prof. (Dr.) Sanjai Kumar Addla, ahli bedah uro-onkologi dan robotik dari Hyderabad, India, yang telah melaksanakan lebih dari seribu prosedur robotik.

Dua pasien yang ditangani meliputi kasus kanker prostat yang menjalani radikal prostatektomi dan kista ginjal berukuran besar. Kedua prosedur menggunakan sistem da Vinci Xi Robotic-Assisted Surgery, yang memungkinkan visualisasi tiga dimensi dan kontrol presisi tinggi selama operasi. Kepala Rumah Sakit MHJS, dr. Fiktorius Kuludong, MM, menegaskan bahwa penerapan teknologi ini merupakan bagian dari pengembangan Tahir Uro-Nephrology Center, yang menawarkan layanan urologi komprehensif dari penyakit prostat hingga onkologi. Ia menekankan bahwa teknologi bukan tujuan akhir, melainkan pendukung untuk meningkatkan kualitas pelayanan berbasis pasien.

dr. Syamsu Hudaya menekankan bahwa robotik bukan pengganti dokter, melainkan alat bantu yang memperluas kemampuan manusia dalam operasi. Dengan instrumen fleksibel dan visualisasi anatomi yang lebih jelas, dokter dapat menangani area sempit dan kompleks dengan risiko lebih rendah. Selain itu, pendekatan minimal invasif yang dihasilkan mengurangi trauma jaringan, perdarahan, serta mempercepat masa pemulihan pasien. Ia menyoroti bahwa manfaat teknologi tidak hanya terbatas pada pemulihan fisik, tetapi juga pada peningkatan kenyamanan dan kualitas hidup pasien pascaoperasi.

Prof. Sanjai Kumar Addla, sebagai proktor dalam kegiatan ini, menyatakan bahwa bedah robotik kini merupakan standar global dalam praktik urologi modern. Ia menilai Mayapada Hospital telah memenuhi kriteria klinis, teknis, dan efisiensi biaya yang diperlukan untuk menerapkan teknologi tersebut secara optimal. Ia menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam memperluas akses pasien terhadap terapi berstandar internasional di dalam negeri. dr. Dini Handayani, Chief Medical Officer Mayapada Healthcare, menambahkan bahwa keberhasilan ini didukung oleh tiga pilar utama: sumber daya manusia, proses klinis terstruktur, dan teknologi mutakhir, termasuk penerapan protokol ERAS untuk mempercepat pemulihan pasien.

Peningkatan kapabilitas MHJS dalam menangani kasus onkologi urologi akan semakin diperkuat dengan pembangunan Tower 3, yang akan menjadi pusat layanan kanker terintegrasi dan berbasis teknologi canggih. Dengan luas total bangunan mencapai 110.209 meter persegi, MHJS akan menjadi rumah sakit swasta terbesar dan terluas di Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen Mayapada Healthcare dalam menyediakan layanan kesehatan berstandar internasional dengan akreditasi JCI.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya