Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BEI Pantau Pergerakan Saham VICI dan SMMT Akibat Volatilitas Tak Wajar

Bursa Efek Indonesia memantau ketat saham VICI dan SMMT karena kenaikan harga yang tidak sesuai dengan pola normal pasar, demi melindungi kepentingan investor.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BEI Pantau Pergerakan Saham VICI dan SMMT Akibat Volatilitas Tak Wajar
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memperhatikan secara intensif pergerakan saham PT Victoria Care Indonesia Tbk. (VICI) dan PT Golden Eagle Energy Tbk. (SMMT) akibat adanya indikasi pergerakan pasar yang tidak lazim. Pemantauan ini dilakukan sejak Senin, 7 September 2026, berdasarkan temuan Unusual Market Activity (UMA) yang menunjukkan perubahan harga yang signifikan dalam waktu singkat. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga integritas pasar dan menjamin transparansi bagi seluruh pemegang saham.

Saham SMMT mencatat penurunan 3,83% pada pembukaan perdagangan kemarin, turun ke level Rp2.510 per saham, namun tetap menunjukkan kenaikan 31,41% dalam satu bulan terakhir dan 79,29% sejak awal tahun. Di sisi lain, saham VICI menguat 12,43% pada hari yang sama, mencapai Rp995 per saham, dengan kenaikan bulanan mencapai 67,23% dan 17,06% secara year to date (YTD). Kenaikan tersebut dinilai tidak selaras dengan kinerja fundamental emiten, sehingga memicu kekhawatiran terhadap potensi spekulasi berlebihan.

BEI menegaskan bahwa pengumuman UMA bukan indikasi adanya pelanggaran hukum, melainkan bentuk respons terhadap anomali perdagangan yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Pihak bursa menyatakan sedang mengkaji pola transaksi dari kedua emiten tersebut untuk memastikan tidak ada praktik manipulasi pasar atau informasi tidak seimbang yang memengaruhi keputusan investor. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan dan keadilan dalam sistem perdagangan efek.

Investor diminta untuk tetap waspada dan tidak terburu-buru mengambil keputusan investasi. BEI mengimbau para pemegang saham untuk memperhatikan respons resmi dari emiten terhadap permintaan konfirmasi dari bursa, mengevaluasi kinerja perusahaan secara menyeluruh, serta meninjau kembali rencana tindakan korporasi yang belum disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dengan demikian, keputusan investasi dapat diambil secara bijak dan berdasarkan informasi yang akurat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya