Belgia Tegaskan Penyitaan Aset Rusia Melanggar Hukum Internasional
Belgia menolak keras usulan Uni Eropa untuk menyita aset Rusia senilai USD300 miliar, menegaskan langkah tersebut melanggar hukum internasional dan berpotensi picu konflik global.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 14.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Uni Eropa kembali menghadapi kegagalan dalam upaya mengakomodasi rencana penyitaan aset Rusia senilai USD300 miliar—setara Rp5,3 triliun—untuk pendanaan perang di Ukraina. Langkah ini kembali menemui resistensi kuat dari Belgia, yang menegaskan posisi finalnya sebagai penentu utama dalam isu tersebut. Negara Eropa Barat ini menilai kebijakan penyitaan secara sepihak merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip hukum internasional yang berlaku.
Peran strategis Belgia dalam krisis ini terletak pada keberadaan Euroclear, lembaga kustodian utama yang menyimpan sekitar USD240 miliar aset Bank Sentral Rusia yang telah dibekukan sejak 2022. Sebagai pusat infrastruktur keuangan kritis, keputusan Belgia berdampak langsung pada arus likuiditas dan kestabilan sistem keuangan Eropa. Menteri Pertahanan Belgia, Theo Francken, menegaskan bahwa negaranya tidak akan mempertimbangkan revisi posisi, menyebut kebijakan tersebut sebagai "harga mati".
Perdana Menteri Belgia, Bart De Wever, mengingatkan bahwa tindakan penyitaan sepihak sama dengan pernyataan perang terbuka terhadap Moskow. Ia menekankan bahwa keputusan semacam itu tidak hanya merusak kredibilitas hukum internasional, tetapi juga membuka peluang eskalasi konflik yang tak terkendali. Dalam pernyataannya, De Wever meminta seluruh negara anggota UE untuk menghentikan desakan yang berulang kali dilakukan oleh Swedia, Polandia, Spanyol, dan Belanda.
Dengan penolakan tegas Belgia, rencana Uni Eropa untuk memanfaatkan aset Rusia sebagai sumber pembiayaan konflik Ukraina kembali terhenti. Keputusan ini menunjukkan kembali kompleksitas koordinasi politik dan hukum di tingkat regional, di mana kepentingan keamanan, kestabilan ekonomi, dan norma hukum internasional harus dipertimbangkan secara seimbang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


