Bos Startup IPO Palsu Ditetapkan Tersangka Penipuan
William Sarris, pendiri Linqto, ditetapkan sebagai tersangka penipuan oleh jaksa federal AS karena diduga memanipulasi harga saham pra-IPO demi keuntungan besar.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 19.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - William Sarris, pendiri platform investasi saham pra-IPO Linqto, kini resmi menjadi tersangka dalam empat dakwaan serius yang diajukan oleh jaksa federal Amerika Serikat. Dugaan utamanya adalah praktik manipulasi pasar melalui penciptaan kesan kelangkaan palsu atas saham perusahaan swasta, yang secara strategis digunakan untuk menaikkan harga jual secara artifisial. Aksi ini dilakukan meski telah ada peringatan hukum dari tim kuasa hukumnya sendiri terkait potensi pelanggaran regulasi keuangan.
Kasus ini menunjukkan skema sistematis yang melibatkan pengelolaan informasi pasar secara tidak transparan, dengan tujuan menggiatkan minat investor dan memperbesar pendapatan perusahaan. Sarris dituduh melakukan penipuan sekuritas, penipuan broker-dealer, penipuan transaksi keuangan melalui jaringan elektronik, serta konspirasi. Ia menolak semua dakwaan dan menyatakan akan membela diri secara hukum.
Ketegangan semakin memuncak setelah Joseph Endoso, mantan eksekutif Linqto, mengakui keterlibatannya dalam skema tersebut dan kini bekerja sama dengan penegak hukum dalam penyelidikan lebih lanjut. Sejak Januari 2025, manajemen Linqto telah berganti, dan perusahaan secara sukarela bekerja sama dengan investigasi dari Securities and Exchange Commission (SEC) dan Departemen Kehakiman AS.
Pada awal 2025, Linqto mengajukan perlindungan kepailitan guna melindungi aset nasabah, sementara status kepemilikan saham bagi investor tetap tidak pasti. Isu ini memperbesar kekhawatiran publik mengenai keterbukaan dan integritas pasar saham perusahaan swasta. SEC kini sedang mengumpulkan bukti dari manajer investasi teregistrasi terkait klaim kepemilikan saham pra-IPO dalam produk mereka.
Salah satu dana investasi bahkan sempat mengklaim memiliki eksposur ke saham SpaceX, namun kemudian mengungkapkan bahwa saham tersebut telah dijual sebelum perusahaan resmi go public, sehingga mengurangi potensi keuntungan investor. Kasus ini menjadi peringatan kuat terhadap risiko tinggi dalam instrumen investasi yang kurang diawasi dan didukung transparansi yang memadai.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Empat karya seni Renoir hilang dari museum di Cagnes-sur-Mer, dua di antaranya telah ditemukan kembali dalam penyelidikan yang masih berlangsung.
9 September 2026

Warga Saudi Jadi Korban Penusukan di Mayfair, Polisi Tangkap Pelaku
Seorang warga asing asal Arab Saudi mengalami penusukan di Mayfair, London, dalam insiden percobaan perampokan yang tidak mengancam jiwa.
9 September 2026

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Dua pengendara mobil listrik terlibat baku hantam di SPKLU Samanea, Tangerang, setelah salah satu pihak menolak prosedur antrean digital dan mengklaim telah datang lebih dahulu.
8 September 2026

OJK Perkuat Pengawasan Asuransi Ilegal, Dorong Ekosistem Keuangan Syariah
OJK menegaskan penegakan hukum di sektor asuransi ilegal dan percepatan transformasi keuangan syariah melalui pemisahan unit, ekosistem daerah, serta program edukasi nasional hingga Agustus 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


