BPS Usul Tambahan Anggaran Rp1,47 Triliun untuk Pemutakhiran Data Statistik
BPS meminta tambahan anggaran Rp1,47 triliun pada 2027 untuk mendukung pemutakhiran survei biaya hidup di seluruh kabupaten dan kota, serta perbaikan kantor yang rusak akibat bencana.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 20.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Badan Pusat Statistik (BPS) mengajukan tambahan dana sebesar Rp1,47 triliun untuk tahun anggaran 2027 dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI. Usulan ini disampaikan oleh Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti sebagai respons terhadap kebutuhan operasional yang belum terpenuhi dari pagu anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp6,48 triliun. Ia menegaskan bahwa alokasi saat ini belum cukup untuk menjalankan kegiatan statistik secara optimal, terutama dalam rangka pemutakhiran data penting.
Salah satu prioritas utama yang mendasari permintaan anggaran adalah pembaruan survei biaya hidup, yang jatuh tempo pada 2027. Survei ini bertujuan untuk mengukur pola konsumsi masyarakat secara nasional, dengan cakupan mencakup seluruh 514 kabupaten dan kota, bukan hanya 38 provinsi seperti sebelumnya. Dengan pemutakhiran ini, laporan inflasi diharapkan lebih akurat dan mewakili realitas ekonomi di tingkat daerah.
Dari total usulan tambahan anggaran, sebesar Rp926 miliar dialokasikan untuk pelaksanaan survei-strategis, termasuk pembaruan data yang telah melewati masa tenggang. Sementara Rp546 miliar diarahkan untuk kebutuhan manajemen operasional, termasuk pelatihan, logistik, dan sistem pendukung kerja. Selain itu, dana juga dibutuhkan untuk rehabilitasi kantor cabang BPS yang rusak parah akibat bencana alam, yang kini tidak layak digunakan sebagai tempat kerja.
Amalia menekankan bahwa kondisi kantor yang rusak telah mengganggu produktivitas tim lapangan di daerah. Ia meminta perhatian khusus dari DPR RI agar rencana perbaikan dapat segera direalisasikan. Dengan tambahan anggaran tersebut, total pagu BPS diharapkan mencapai Rp7,9 triliun, yang diperlukan untuk menjaga kredibilitas dan akurasi data statistik nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Bantuan Beras Tak Boleh Dipotong, Warga Diminta Laporkan Pelanggaran
Badan Pangan Nasional tegaskan bantuan pangan beras 2026 harus diterima utuh tanpa potongan, sekaligus buka saluran pengaduan untuk laporan penyimpangan.
14 September 2026

Asing Borong Saham Ini Meski IHSG Melemah
Investor asing melakukan aksi beli bersih pada 10 saham unggulan meski terjadi penurunan IHSG sebesar 1,66% dan catatkan net sell Rp3,36 triliun selama pekan 7–11 September 2026.
14 September 2026

Purbaya Dorong LPEI Dorong Kredit Murah untuk Industri Ekspor Tertekan
Menteri Keuangan meminta LPEI memperluas akses pembiayaan murah bagi sektor tekstil, alas kaki, furnitur, dan baja yang terdampak persaingan global.
14 September 2026

David Fernando Audy Kini Pimpin Komisaris DSSA
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk resmi menunjuk David Fernando Audy sebagai Presiden Komisaris, menggantikan Franky Oesman Widjaja, setelah disetujui oleh pemegang saham dalam RUPSLB.
14 September 2026
Berita Lainnya

Waspada Modus Penipuan Liburan Berbasis AI
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

Batas Aman Konsumsi Gula Harian Sesuai Aturan Kemenkes
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

31 Produk Herbal dan Suplemen Ilegal Berbahaya Ditemukan BPOM
Senin, 14 September 2026, 11.47 WITA

iPhone 18 Pro Resmi Meluncur, Ketersediaan di Indonesia Belum Dipastikan
Senin, 14 September 2026, 11.44 WITA

Malware Asal Indonesia Ancam Privasi Pengguna Android
Senin, 14 September 2026, 11.38 WITA

Dirut Konsultan Tambang Diserahkan ke Kejaksaan atas Dugaan Penggelapan Pajak Rp3,3 Miliar
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Penembakan Jelang Pemilu Bangsamoro Tewaskan Tiga Orang
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Revisi UU HKPD Jadi Prioritas, DPR Evaluasi Batasan Belanja Pegawai
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA


