BRI Jaga Fondasi Kuat untuk Dukung Ekonomi Nasional
Kinerja BRI hingga Triwulan II 2026 menunjukkan fundamental solid dengan likuiditas terjaga, permodalan kuat, dan kualitas aset membaik.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 15.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatatkan kinerja positif pada semester pertama tahun 2026, didukung oleh struktur keuangan yang kokoh dan manajemen risiko yang disiplin. Pertumbuhan aset sebesar 11,7% year-on-year menempatkan total aset BRI di level Rp2,352 triliun, sementara kredit tumbuh signifikan 16,2% menjadi Rp1,646 triliun. Pencapaian ini dibarengi dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 17,5% menjadi Rp31,2 triliun, mencerminkan efisiensi operasional dan keberlanjutan model bisnis yang sehat.
Likuiditas BRI tetap terjaga pada level ideal dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) konsolidasi sebesar 90,8%, menunjukkan kemampuan bank dalam menjalankan fungsi intermediasi tanpa menekan likuiditas. Sementara itu, Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 21,5%, menunjukkan ketahanan modal yang kuat. Direktur Finance & Strategy BRI menegaskan bahwa fondasi keuangan yang kokoh menjadi dasar bagi ekspansi bisnis yang berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas aset, likuiditas, serta profitabilitas.
Pendanaan BRI terus memperbaiki kualitas, terbukti dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 6,7% yoy menjadi Rp1.581 triliun. Peningkatan signifikan terjadi pada rasio Dana Pihak Ketiga Murah (CASA), yang naik dari 65,5% menjadi 67,6%, mengindikasikan efisiensi biaya dana. Struktur pendanaan yang lebih sehat ini memungkinkan BRI memperluas penyaluran kredit secara selektif, khususnya ke sektor UMKM, yang menjadi fokus utama dalam mendukung inklusi keuangan dan program prioritas pemerintah.
Kualitas aset BRI terus membaik, ditunjukkan oleh penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) dari 3,07% pada 2025 menjadi 2,9% pada akhir Triwulan II 2026. Rasio Loan at Risk (LaR) turun dari 9,6% menjadi 9,1%, serta Cost of Credit (CoC) menurun dari 3,4% menjadi 3,1%. Penurunan ini didukung oleh strategi selective growth, penguatan sistem peringatan dini di segmen ritel, serta peningkatan efektivitas penagihan dan pemulihan kredit. Peningkatan ini menunjukkan pengelolaan risiko yang lebih baik di tengah akselerasi ekspansi kredit.
Dengan fundamental yang stabil dan kinerja operasional yang terus membaik, BRI memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Fokus pada UMKM tidak hanya meningkatkan inklusi keuangan, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas ekonomi daerah dan penguatan basis ekonomi mikro. Kekuatan internal bank ini menjadi modal utama untuk menjalankan fungsi intermediasi secara optimal, sekaligus menjaga ketahanan terhadap tekanan eksternal di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


