BRI Tambah Buyback Saham Rp1 Triliun untuk Dorong Nilai Saham
BRI resmi siapkan pembelian kembali saham tahap kedua senilai Rp1 triliun, menegaskan keyakinan terhadap fundamental kuat dan stabilitas permodalan di tengah fluktuasi pasar.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 09.17 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 42x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan rencana pelaksanaan buyback saham tahap kedua dengan nilai maksimal Rp1 triliun, sejalan dengan kebijakan OJK dalam kondisi pasar yang mengalami volatilitas tinggi. Aksi korporasi ini berlangsung mulai 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027, sesuai ketentuan POJK Nomor 13 Tahun 2023 serta surat otorisasi OJK terkait kebijakan pembelian kembali saham di masa fluktuatif.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen manajemen terhadap pemegang saham, sekaligus mencerminkan optimisme terhadap prospek bisnis jangka panjang BRI. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa pelaksanaan buyback tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, kecukupan modal, serta tata kelola perusahaan yang baik, tanpa mengabaikan kewajiban operasional dan pertumbuhan bisnis.
Pemantauan terhadap kinerja keuangan menunjukkan bahwa setelah pro forma per 30 Juni 2026, BRI tetap mempertahankan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 21,42% dan return on equity (ROE) mencapai 18,80%. Angka-angka ini menunjukkan kesehatan struktur permodalan yang kuat, sehingga memungkinkan perseroan melaksanakan buyback tanpa mengganggu kapasitas ekspansi dan fungsi intermediasi keuangan.
Saham yang dibeli kembali akan diperoleh pada harga yang dinilai wajar dan sesuai dengan kriteria internal BRI. Nantinya, saham-saham tersebut direncanakan digunakan sebagai bagian dari program insentif kepemilikan saham bagi direksi, komisaris, serta karyawan, dengan pengalihan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Dengan demikian, buyback tahap II menjadi bagian dari strategi jangka panjang BRI untuk menjaga nilai saham, meningkatkan kepercayaan pasar, serta memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan pertumbuhan dan kesehatan keuangan perusahaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Bursa Efek Indonesia memantau aktivitas pasar tak lazim pada saham PNSE dan DKHH menyusul kenaikan harga yang tidak wajar dalam periode singkat.
24 Oktober 2026

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Wakil Presiden Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. membeli 5,5 juta saham BRMS senilai total Rp2,46 miliar dalam dua transaksi terpisah pada 22 Oktober 2026.
24 Oktober 2026

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Inflasi inti Jepang mencapai 2,1% pada September 2026, tertinggi sepanjang tahun, mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan di akhir tahun.
24 Oktober 2026

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Investor diminta tidak asal beli saham karena harga turun, melainkan menilai kualitas bisnis dan valuasi secara komprehensif.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Prabowo Siap Salurkan Rp400 T untuk Petani dan Nelayan Tahun Depan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Pemerintah Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri untuk Kelistrikan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

