Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BRIN Buka Pendaftaran Riset Sosial Humaniora untuk 10 Wilayah

BRIN membuka pendaftaran riset sosial humaniora hingga 15 Oktober 2026 dengan dana hingga Rp250 juta per tim untuk studi perubahan masyarakat hingga 2045 di 10 provinsi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
BRIN Buka Pendaftaran Riset Sosial Humaniora untuk 10 Wilayah📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi membuka kesempatan bagi tim peneliti untuk mendaftar program riset sosial humaniora melalui inisiatif "Ruang Uji Pemikiran Alternatif (RUPA) Future Society 2026". Program ini merupakan bagian dari Program Riset dan Inovasi Strategis (PRIS) yang dikelola oleh Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora (OR IPSH) BRIN, khususnya melalui Pusat Riset Kependudukan. Tujuan utamanya adalah menganalisis transformasi sosial masyarakat Indonesia menuju tahun 2045 dengan pendekatan interdisipliner, mencakup ilmu humaniora, sosial, big data, citizen social science, dan strategic foresight.

Setiap tim yang terpilih berhak mendapatkan pendanaan maksimal Rp250 juta untuk jangka waktu delapan bulan pertama pelaksanaan riset. Dana ini ditujukan untuk mendukung pengkajian mendalam di sepuluh provinsi yang menjadi lokus kajian strategis. Daerah tersebut mencakup Aceh, Lampung, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, serta Maluku. Pemilihan wilayah ini didasarkan pada keragaman budaya, struktur sosial, dan dinamika pembangunan yang mencerminkan tantangan dan peluang masa depan bangsa.

Pendaftaran terbuka bagi tim kolaboratif yang terdiri dari tiga hingga delapan orang, dengan syarat utama melibatkan minimal satu peneliti yang terafiliasi dengan OR IPSH BRIN. Untuk meningkatkan kualitas dan relevansi hasil, tim dianjurkan memasukkan akademisi dari perguruan tinggi, perwakilan pemerintah daerah, maupun organisasi masyarakat sipil di wilayah kajian. Ketua tim wajib memiliki pendidikan minimal S2 dengan rekam jejak riset yang relevan, sementara anggota lainnya minimal berpendidikan S1, serta semua peserta harus memiliki asuransi kesehatan aktif seperti BPJS Kesehatan.

Proses seleksi dimulai dengan pendaftaran dan pengunggahan proposal hingga 15 Oktober 2026, dilanjutkan dengan penilaian administrasi dan substansi oleh tim penilai independen. Hasil akhir akan diumumkan pada 30 Oktober 2026. Program ini menekankan pentingnya pendekatan ilmiah yang inklusif dan berbasis data dalam merancang kebijakan sosial ke depan. Informasi lengkap mengenai prosedur dan persyaratan dapat diakses melalui tautan resmi yang disediakan BRIN.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya