BTN Siap Jalankan FLPP Tenor 40 Tahun Setelah Aturan BP Tapera Terbit
BTN menunggu aturan pelaksana dari BP Tapera untuk mulai menerapkan KPR FLPP dengan tenor maksimal 40 tahun guna memperluas akses perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 22.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 10x dibuka
Kendari, ıNarasikita - PT Bank Tabungan Negara (BTN) menyatakan siap menerapkan skema KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan tenor hingga 40 tahun, asalkan peraturan pelaksanaan telah dikeluarkan oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa meskipun aturan dasar sudah ada dalam bentuk peraturan menteri, pelaksanaan teknis kini bergantung pada kebijakan operasional yang akan dikeluarkan oleh BP Tapera sebagai lembaga pengelola.
Ia menekankan bahwa perpanjangan tenor ini dimaksudkan untuk menurunkan beban cicilan bulanan masyarakat, sehingga meningkatkan daya beli secara nyata. Dengan angsuran yang lebih ringan, calon pembeli rumah subsidi akan lebih mampu memenuhi kewajiban keuangan tanpa mengalami tekanan finansial berlebihan. Ini juga menjadi upaya konkret dalam mendorong akses perumahan bagi kelompok berpenghasilan rendah yang sebelumnya kesulitan membeli rumah.
BTN menilai bahwa perpanjangan tenor tidak akan berdampak signifikan terhadap risiko kredit macet. Sebab, penurunan besaran angsuran per bulan akan mengurangi tekanan keuangan konsumen, sehingga meningkatkan tingkat pembayaran yang konsisten. Program ini khusus diperuntukkan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah, dengan pengecualian bagi yang sudah memiliki aset perumahan atas nama pribadi.
Hingga akhir Juni 2026, BTN dan anak usahanya, PT Bank Syariah Nasional (BSN), telah menyalurkan kredit FLPP untuk 67.518 unit rumah. Rinciannya, BTN menyalurkan kepada 44.388 calon penerima, sementara BSN menjangkau 23.130 masyarakat berpenghasilan rendah. Langkah ini menunjukkan kapasitas perusahaan dalam menjangkau target penerima program secara luas.
BP Tapera sendiri telah mempercepat pengkajian terhadap skema FLPP dengan rencana memperpanjang tenor hingga 40 tahun, baik untuk rumah tapak maupun rumah susun. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyatakan bahwa pendekatan satu skema saja akan diterapkan lebih dahulu untuk mempercepat implementasi. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses perumahan subsidi secara inklusif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


