Buton Dapatkan 3 Kampung Nelayan Merah Putih
Kabupaten Buton resmi menerima alokasi tiga desa nelayan Merah Putih sebagai bagian dari program nasional peningkatan kesejahteraan pelaku usaha kelautan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 19.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kabupaten Buton kini resmi mengelola tiga desa yang masuk dalam program Nelayan Merah Putih, bentuk pengakuan atas kontribusi sektor perikanan lokal terhadap kemandirian ekonomi daerah. Program ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat basis ekonomi rakyat di wilayah pesisir melalui pemberdayaan komunitas nelayan berbasis kearifan lokal. Penetapan tiga desa tersebut menandai langkah konkret dalam peningkatan kualitas hidup nelayan melalui akses pendanaan, pelatihan, dan infrastruktur.
Dengan masuknya tiga desa tersebut, warga setempat berharap dapat memperoleh dukungan teknis dan pembiayaan untuk pengembangan usaha perikanan tangkap dan budidaya. Pemerintah daerah menegaskan bahwa alokasi ini bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari komitmen strategis dalam mendorong transformasi ekonomi berkelanjutan di wilayah pesisir. Kegiatan yang dilakukan mencakup peningkatan kapasitas kelompok nelayan, pengadaan peralatan tangkap modern, serta pendampingan pemasaran hasil laut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Buton menyatakan bahwa program ini akan dikelola secara kolaboratif antara pemerintah daerah, pelaku usaha lokal, dan lembaga terkait. Fokus utama adalah memastikan keberlanjutan usaha, peningkatan pendapatan, serta perlindungan terhadap sumber daya laut. Dalam jangka menengah, program diharapkan mampu menjadi model pengembangan ekonomi berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.
Kehadiran tiga desa nelayan Merah Putih di Buton menjadi bukti bahwa kebijakan nasional mulai menjangkau daerah-daerah dengan potensi besar namun sebelumnya kurang terakomodasi. Dengan pendekatan berbasis komunitas, program ini menjanjikan perubahan nyata dalam kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Tujuan akhirnya adalah menciptakan ekosistem kelautan yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kebakaran Landa Dua Rumah di Wakontu Akibat Kompor Tak Dimatikan
Kebakaran hebat terjadi di Desa Wakontu, Muna Barat, menyebabkan dua rumah hangus karena kompor gas ditinggalkan menyala setelah memasak.
8 September 2026

Kejati Sultra Periksa Aktivitas Tambang di Pulau Pulau
Kejati Sultra menyatakan akan memverifikasi laporan aktivitas tambang nikel di Pulau Pulau, termasuk Pulau Wowoni, sebelum menentukan langkah hukum.
8 September 2026

Pencegahan Kerusakan Smartphone Akibat Abu Vulkanik
Pengguna perangkat elektronik diminta segera membersihkan smartphone setelah terpapar abu vulkanik untuk mencegah kerusakan permanen akibat partikel tajam dan risiko korsleting.
8 September 2026

Rektor Lantik 16 Pejabat Fungsional di UIN Kendari
Rektor Universitas Islam Negeri Kendari melantik 16 pejabat fungsional dengan tujuan memperkuat tata kelola dan pelayanan akademik di lingkungan kampus.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


