Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BYD Pilih Indonesia Setelah Kagum pada Otomasi Pabrik di China

Kunjungan Luhut ke pabrik BYD di Shenzhen memicu upaya pemerintah membujuk perusahaan asal Tiongkok itu berinvestasi di Subang, dengan tujuan bangun ekosistem kendaraan listrik berbasis lokal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BYD Pilih Indonesia Setelah Kagum pada Otomasi Pabrik di China
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap latar belakang keputusan BYD membangun pabrik di Subang, Jawa Barat, yang bermula dari kunjungan langsung ke fasilitas produksi perusahaan di Shenzhen, Tiongkok. Ia menyebut pengalaman melihat tingkat otomasi tinggi dan teknologi canggih yang diterapkan BYD di sana menjadi momen krusial dalam proses pembujukan pemerintah Indonesia.

Ketika melihat pabrik BYD yang sudah sepenuhnya robotik, Luhut mengaku terkejut dan yakin bahwa Indonesia harus menjadi lokasi baru bagi ekspansi produksi perusahaan tersebut. Ia menekankan bahwa kehadiran BYD bukan sekadar untuk memasarkan kendaraan listrik, tetapi sebagai awal dari pembentukan ekosistem industri yang melibatkan perusahaan lokal dan memperkuat kemandirian sektor manufaktur nasional.

Dalam pertemuan dengan pimpinan BYD, Luhut menyampaikan komitmen pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan menjamin keberlanjutan. Proses negosiasi tidak berlangsung mudah, sebab BYD sempat mempertanyakan kesiapan infrastruktur, regulasi, dan stabilitas kebijakan di Indonesia. Namun, dukungan dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita membantu meyakinkan perusahaan untuk memilih Indonesia sebagai lokasi produksi.

Luhut menegaskan bahwa investasi BYD harus membawa dampak lebih luas, termasuk pengembangan industri pendukung lokal dan penguatan kapasitas SDM dalam negeri. Ia mendorong BYD untuk menjalin kolaborasi dengan perguruan tinggi, politeknik, dan lembaga riset nasional, bahkan mengusulkan agar perusahaan merekrut peneliti Indonesia untuk turut berkontribusi dalam pusat riset perusahaan. Tujuannya adalah transfer teknologi yang berkelanjutan dan pengembangan inovasi bersama.

Dengan peresmian pabrik di Subang, pemerintah menilai langkah ini sebagai kunci dalam mewujudkan transformasi industri otomotif nasional. Keberadaan BYD di Tanah Air diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta percepatan transisi energi melalui kendaraan listrik berbasis lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya