Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Cadangan Devisa RI Capai US$146,5 Miliar Akhir Agustus 2026

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 mencapai US$146,5 miliar, meningkat dari bulan sebelumnya, didorong penerimaan pajak, jasa, dan penarikan pinjaman luar negeri.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 19.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Cadangan Devisa RI Capai US$146,5 Miliar Akhir Agustus 2026
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 tercatat sebesar 146,5 miliar dolar AS, mengalami peningkatan dibandingkan posisi akhir Juli 2026 yang berada di level 145,3 miliar dolar AS. Kenaikan ini menjadi bukti ketahanan sektor eksternal yang tetap terjaga meskipun di tengah tekanan pasar keuangan global yang masih tinggi. Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran masuk dari penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri oleh pemerintah.

Peningkatan cadangan devisa ini terjadi di tengah kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan oleh Bank Indonesia sebagai respons atas volatilitas pasar keuangan internasional. Dalam laporan resminya, BI menegaskan bahwa posisi cadangan devisa saat ini mencukupi untuk menutupi pembiayaan impor selama 5,4 bulan, atau 5,3 bulan jika dikalkulasi dengan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini jauh melampaui standar internasional yang umumnya diperkirakan sekitar tiga bulan impor.

Dengan posisi tersebut, BI menilai cadangan devisa mampu mendukung stabilitas makroekonomi serta menjaga ketahanan sistem keuangan nasional. Penguatan ini diperkuat oleh prospek perekonomian yang menarik bagi investor, ditopang oleh imbal hasil investasi yang kompetitif dan persepsi positif terhadap prospek ekonomi dalam negeri. Kondisi ini diyakini akan mendorong aliran modal asing masuk secara berkelanjutan.

Bank Indonesia menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menjaga ketahanan eksternal. Upaya ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas perekonomian dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kepastian kebijakan dan keseimbangan eksternal diharapkan tetap terjaga di tengah dinamika global yang kompleks.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya