Cadangan Devisa RI Capai US$146,5 Miliar Akhir Agustus 2026
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 mencapai US$146,5 miliar, meningkat dari bulan sebelumnya, didorong penerimaan pajak, jasa, dan penarikan pinjaman luar negeri.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 19.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 tercatat sebesar 146,5 miliar dolar AS, mengalami peningkatan dibandingkan posisi akhir Juli 2026 yang berada di level 145,3 miliar dolar AS. Kenaikan ini menjadi bukti ketahanan sektor eksternal yang tetap terjaga meskipun di tengah tekanan pasar keuangan global yang masih tinggi. Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran masuk dari penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri oleh pemerintah.
Peningkatan cadangan devisa ini terjadi di tengah kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan oleh Bank Indonesia sebagai respons atas volatilitas pasar keuangan internasional. Dalam laporan resminya, BI menegaskan bahwa posisi cadangan devisa saat ini mencukupi untuk menutupi pembiayaan impor selama 5,4 bulan, atau 5,3 bulan jika dikalkulasi dengan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini jauh melampaui standar internasional yang umumnya diperkirakan sekitar tiga bulan impor.
Dengan posisi tersebut, BI menilai cadangan devisa mampu mendukung stabilitas makroekonomi serta menjaga ketahanan sistem keuangan nasional. Penguatan ini diperkuat oleh prospek perekonomian yang menarik bagi investor, ditopang oleh imbal hasil investasi yang kompetitif dan persepsi positif terhadap prospek ekonomi dalam negeri. Kondisi ini diyakini akan mendorong aliran modal asing masuk secara berkelanjutan.
Bank Indonesia menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menjaga ketahanan eksternal. Upaya ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas perekonomian dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kepastian kebijakan dan keseimbangan eksternal diharapkan tetap terjaga di tengah dinamika global yang kompleks.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

