Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Celah Kritis PHP Ancam Keamanan Web Global

Temuan kerentanan kritis pada PHP memaksa banyak situs web, termasuk milik pemerintah, segera dinonaktifkan demi mencegah eksploitasi dari jarak jauh.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 61x dibuka
Celah Kritis PHP Ancam Keamanan Web Global📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah celah keamanan kritis telah ditemukan dalam kode inti bahasa pemrograman PHP, yang digunakan oleh lebih dari 80 juta situs web di seluruh dunia. Kerentanan ini, yang telah mengintai selama lebih dari 10 tahun tanpa terdeteksi, memungkinkan penyerang untuk menjalankan kode secara jarak jauh di dalam sistem inti PHP, membuka peluang besar bagi pencurian data sensitif dan peretasan jaringan. Temuan ini menyoroti kelemahan dalam infrastruktur digital yang telah lama menjadi fondasi web modern, terutama pada platform seperti WordPress, Drupal, dan Magento yang bergantung pada PHP.

Pencarian terhadap celah tersebut dilakukan oleh dua lembaga keamanan siber menggunakan teknologi kecerdasan buatan, termasuk model bahasa besar (LLM) dan alat berbasis AI seperti Wiz Atlas, Google Gemini 4 Argon, dan OpenAI GPT-5.6 Sol. Temuan pertama dilakukan oleh Calif pada 1 Agustus, dengan bantuan AI yang mampu menganalisis kode secara mendalam. Dua nomor kerentanan yang teridentifikasi adalah CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619, keduanya memiliki potensi dampak tinggi dan telah menjadi target peretas sejak munculnya peringatan resmi.

Sebagai respons, PHP Foundation mengeluarkan pembaruan keamanan pada 21 Oktober, mencakup versi 8.5.12, 8.4.27, 8.3.36, dan 8.2.35. Lembaga keamanan siber global, termasuk FBI, segera mengeluarkan imbauan kepada semua organisasi yang menggunakan PHP untuk segera memperbarui sistem atau menonaktifkan situs sementara jika pembaruan tidak bisa dilakukan secara instan. Langkah pencegahan ini diperlukan karena adanya indikasi bahwa serangan sudah mulai terjadi di beberapa wilayah.

Panduan keamanan yang disebarkan menekankan pentingnya memantau aktivitas server, terutama proses PHP yang mencurigakan seperti eksekusi perintah shell atau unduhan file tak terduga. Jika terjadi indikasi pelanggaran, sistem harus segera diisolasi, log server dan PHP disimpan sebagai bukti, serta dilaporkan untuk tindak lanjut investigasi. Tujuan utamanya adalah mencegah penyebaran serangan dan meningkatkan ketahanan infrastruktur digital global terhadap ancaman siber yang semakin canggih.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya