Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Laboratorium Sabu Raksasa di Aceh Dibongkar, 1,2 Ton Diamankan

Operasi gabungan Polri, BNN, dan Bea Cukai mengungkap laboratorium narkoba terbesar di Indonesia, menangkap dua warga Tiongkok sebagai peracik utama dan menyita 1,2 ton sabu dari dua ruko di Pidie.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Laboratorium Sabu Raksasa di Aceh Dibongkar, 1,2 Ton Diamankan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tim gabungan dari Polri, BNN, dan Bea Cukai berhasil membongkar laboratorium narkoba ilegal skala besar di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh, pada Jumat (23/10). Penyelidikan yang berlangsung sejak Februari 2026 mengungkap adanya jaringan internasional yang mengalirkan sabu dari China melalui Malaysia ke wilayah Indonesia. Operasi ini merupakan respons atas deteksi aktivitas mencurigakan yang melibatkan sejumlah warga negara asing, khususnya dari Tiongkok, yang diduga terlibat dalam produksi massal narkoba.

Dalam penggerebekan, petugas menemukan 20 drum berisi sabu cair serta sekitar 500 gram sabu kristal, dengan total bruto mencapai 1,2 ton. Lima tersangka lokal telah diamankan, termasuk LJ, F, MY, AK, dan AY. Dari hasil penyelidikan, dua warga negara Tiongkok, LJ (45) dan XM (42), diketahui sebagai peracik utama yang didatangkan khusus dari China. Keduanya telah melakukan pemetaan lokasi sejak pertengahan tahun 2026 dan kembali ke Aceh pada Oktober 2026 setelah sebelumnya berada di Malaysia untuk berkoordinasi dengan tersangka berinisial B.

Komunikasi antara LJ dan atasannya di Tiongkok, LX dan NX, terendus oleh tim intelijen pada 18 Oktober 2026. Dalam percakapan tersebut, LJ melaporkan bahwa produksi telah dimulai dan menerima instruksi untuk mempercepat proses serta mengirimkan barang. Berdasarkan informasi itu, tim melakukan penggerebekan serentak di Pidie serta titik-titik pendukung di Bireuen, Aceh Utara, dan Lhokseumawe. Proses pengungkapan ini menunjukkan keterkaitan jaringan narkoba lintas negara yang melibatkan China, Malaysia, dan Indonesia.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah tersangka buron, termasuk pengatur lapangan berinisial Z, ES, J, BR, SS, serta pengendali utama bernama LS yang diduga berada di Tiongkok. Seluruh perangkat elektronik, termasuk enam ponsel yang disita, akan dianalisis lebih lanjut untuk melacak aliran dana dan jaringan keuangan. Kasus ini juga akan diperiksa dalam kerangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk memutus sumber pendanaan jaringan narkoba.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya