China Perkuat Bantuan Kemanusiaan ke Nepal Pasca Bencana
China kirim gelombang kedua bantuan kemanusiaan ke Nepal, termasuk peralatan medis, drone, dan tim ahli, menyusul bencana tanah longsor yang menewaskan 1.056 orang dan menimbulkan 4.247 orang hilang.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 09.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah China melanjutkan upaya bantuan kemanusiaan kepada Nepal dengan mengirimkan gelombang kedua pasokan bantuan yang mencakup peralatan penyelamatan canggih, termasuk drone, alat pemurnian air, lampu darurat, serta reagen untuk uji DNA. Pengiriman ini dilakukan menyusul bencana tanah longsor di wilayah perbatasan yang menimbulkan kerusakan luas dan mengganggu akses transportasi serta komunikasi di daerah terdampak.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen politik China dalam memperkuat hubungan persahabatan dengan Nepal. Ia menyampaikan bahwa tim ahli pengujian DNA dari China akan segera tiba di lokasi bencana untuk mendukung identifikasi korban. Upaya pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung intensif di tengah kondisi medan yang sulit dan risiko bencana sekunder yang tinggi.
Saat ini, sebanyak 4.247 orang, termasuk 590 warga negara asing dari 39 negara, masih dilaporkan hilang. Sebanyak 10.000 lebih korban berhasil diselamatkan, termasuk lebih dari 320 warga asing. China telah mengerahkan lebih dari 2.100 personel, dilengkapi ratusan kendaraan dan ribuan peralatan penyelamatan, untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi di lapangan.
Komunikasi antara kedua negara tetap terjaga erat, dengan China menyediakan informasi terkini mengenai kondisi cuaca, hidrologi, dan peringatan dini. Kerja sama juga mencakup konsultasi teknis dan pertukaran data untuk mencegah dampak bencana lebih lanjut. China menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Nepal dalam penanganan bencana, serta memperkuat kerja sama jangka panjang dalam mitigasi risiko bencana.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

