Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

China Tak Hanya Ekspor, Tapi Kuasai Rantai Pasok Eropa

Kekhawatiran serius menyelimuti industri manufaktur Eropa menyusul ancaman kehilangan 300 ribu pekerjaan akibat dominasi komponen asal China yang makin mengakar dalam rantai pasok.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 15.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
China Tak Hanya Ekspor, Tapi Kuasai Rantai Pasok Eropa
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Industri manufaktur Eropa menghadapi ancaman besar terhadap stabilitas pekerjaan, dengan perkiraan 300.000 posisi terancam hilang hingga akhir 2026. Ancaman ini muncul dari dominasi produk dan komponen asal China yang semakin mendalam dalam struktur produksi Eropa. Data menunjukkan surplus perdagangan China dengan Uni Eropa mencapai rekor 1 miliar euro per hari, mempercepat pergeseran daya saing industri lokal. Asosiasi Eurometal mengungkapkan bahwa tekanan ini bukan sekadar soal impor barang jadi, melainkan integrasi komponen strategis—seperti logam dan bahan kimia—ke dalam proses produksi yang menyangkut hampir 90% aktivitas manufaktur Eropa.

Pada Senin (7/9/2026), Eurometal akan menggelar aksi protes simbolis di Brussels dengan membawa 10 peti mati bertuliskan "daya saing Uni Eropa", "pekerjaan industri", dan "pabrik-pabrik Eropa". Aksi ini menjadi peringatan keras bahwa kebijakan Uni Eropa belum merespons secara menyeluruh terhadap ekspansi China di tingkat komponen, bukan hanya pada produk akhir. Presiden Eurometal, Alexander Julius, menekankan bahwa ambisi China bukan rahasia: tercantum dalam rencana lima tahunan negara itu untuk menempatkan diri sebagai pemain utama dalam rantai pasok global, bukan sekadar pemasok bahan baku.

Meskipun Uni Eropa telah menerapkan tarif pada kendaraan listrik dan baja impor sejak 2024, serta menaikkan tarif pada Juni 2026, menurut Julius langkah tersebut belum menyelesaikan akar masalah. Biaya energi tinggi, pajak emisi karbon, dan struktur harga yang tidak seimbang membuat produsen Eropa kalah bersaing. Di sisi lain, produsen China tidak menghadapi beban serupa, sementara nilai tukar yuan yang dinilai terlalu rendah memperbesar keunggulan komparatif. Julius menegaskan bahwa perusahaan tetap akan memilih pasokan dari China demi kepentingan pemegang saham, terlepas dari retorika proteksionis dari Brussels.

Proyeksi dari Komisi Eropa pada Juni 2026 memperkuat keprihatinan, menyebut lebih dari 1 juta pekerjaan berpotensi hilang akibat tekanan biaya dan persaingan global. Rencana pemangkasan tenaga kerja di Volkswagen—yang mencapai 100.000 posisi hingga 2030—hanya salah satu indikator dari tren yang lebih luas. Eurometal menekankan bahwa hilangnya manufaktur bukan hanya soal produksi, tetapi juga kehilangan investasi, teknologi, dan ketahanan ekonomi jangka panjang. Mereka menyerukan kebijakan yang lebih tajam dan menyeluruh, bukan hanya respons reaktif terhadap krisis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya