China Tutup Akses Informasi Bencana Banjir di Tibet
Banjir bandang di perbatasan Tibet-Nepal yang menewaskan ratusan orang hampir tak tersentuh dalam liputan media lokal China, diduga akibat pembatasan informasi dan sensor ketat.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 00.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Peristiwa banjir dahsyat yang melanda kawasan perbatasan Tibet dengan Nepal telah mengguncang wilayah Himalaya, namun narasi tentang tragedi tersebut nyaris tak muncul dalam media resmi Tiongkok. Rekaman visual dari lokasi kejadian menunjukkan derasnya air yang menghancurkan infrastruktur, termasuk Pelabuhan Gyirong, sementara warga terlihat panik melarikan diri. Namun, gambaran tersebut tidak tersedia dalam platform digital domestik, menunjukkan adanya kontrol informasi yang sangat ketat.
Koresponden BBC yang melaporkan dari wilayah tersebut menyebut bahwa akses ke data dan kesaksian penyintas sangat terbatas. Bahkan, ia membandingkan tingkat keterbatasan komunikasi di Lhasa—ibu kota Tibet—dengan yang ada di Pyongyang, ibu kota Korea Utara. Menurutnya, lebih mudah menghubungi narasumber dari Pyongyang dibandingkan dari wilayah yang secara geografis lebih dekat.
Media negara Tiongkok menampilkan fokus pada upaya penyelamatan yang dilakukan oleh petugas, termasuk kunjungan langsung Perdana Menteri Li Qiang, tetapi tidak menyertakan narasi langsung dari korban atau keluarga mereka. Liputan pun tidak menyebut jumlah korban yang pasti, meski diketahui ratusan nyawa hilang. Di sisi lain, media global justru menyebar luas, menunjukkan perbedaan signifikan dalam akses informasi antara dunia luar dan dalam negeri.
Otoritas setempat memerintahkan anggota Partai Komunis untuk menjaga stabilitas sosial dengan cara mengendalikan narasi di media sosial. Instruksi tersebut menyatakan bahwa pegawai yang menjaga ketertiban akan dihargai, sementara yang gagal akan dimintai pertanggungjawaban. Organisasi hak asasi manusia internasional mendesak pemerintah Tiongkok untuk membuka data kerusakan dan korban secara transparan, karena ada indikasi bahwa video dan laporan pertama dari warga telah dihapus secara sistematis.
Seorang biksu dari Biara Kirti, Aba, yang pernah ditemui oleh jurnalis tersebut, mengungkapkan bahwa masyarakat Tibet merasa hak mereka telah direnggut. Ia menyatakan bahwa publik Tiongkok tidak akan mengetahui secara utuh apa yang terjadi di wilayah itu, karena pengawasan yang terus-menerus dan pembatasan kebebasan berbicara. Pernyataan itu menjadi penutup dari laporan yang menyoroti ketegangan antara keterbukaan global dan kontrol informasi yang ketat di wilayah sensitif tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA


